RSUD Solok Selatan Butuh Generator Oksigen

Nasional | republika | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 00:24
RSUD Solok Selatan Butuh Generator Oksigen

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO --Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, membutuhkan generator oksigen. RSUD sudah mengajukan permintaan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

"Sekarang pengisian tabung oksigen harus ke Padang yang memiliki jarak tempuh cukup jauh apalagi jalur yang dilalui sering hujan dan longsor yang menutup jalan sehingga bisa lebih lama lagi, oleh sebab itu kami mengajukan permintaan ke Kemenkes untuk generator oksigen," kata Direktur RSUD Solok Selatan, Toni Rahardian, Selasa (10/8).

Dengan adanya generator oksigen, RSUD itu bisa mengisi tabung sendiri dengan cepat. Kalau generator oksigen dibeli melalui APBD, katanya cukup mahal sekitar Rp 3,8 - Rp9 miliar dan keuangan daerah juga terbatas sehingga dimintakan ke Kemenkes.

Dia menyebutkan, dengan jumlah pasien saat ini oksigen masih mencukupi walaupun kebutuhan Sumbar juga meningkat. Sekarang ini, tabung oksigen milik RSUD hanya ada 20 tabung dan sisanya milik perusahaan yang bekerjasama.

Sedangkan kebutuhan oksigen semenjak pandemi COVID-19 meningkat cukup tajam yaitu sekitar 30-45 tabung perhari. "Peningkatan kebutuhan oksigen karena pasien COVID-19 butuh oksigen dalam jumlah banyak untuk isolasi," ujarnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan oksigen akan ada bantuan dari PT TKA 10 ton liquid atau setara 1.000 tabung. Karena ini dalam bentuk liquid, katanya harus dikonversikan lagi ke oksigen dan sudah ada kerjasama dengan vendor untuk mengolahnya.

Selain itu, sekarang RSUD sedang membuat proposal ke perusahaan untuk meminta bantuan tabung serta isinya ke sehingga ketersediaannya mencukupi. Kepala Seksi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Solok Selatan, Mega Verta Christina mengatakan, data pantauan COVID-19 di Kabupaten Solok Selatan hingga Senin (9/8) yaitu total kasus positif 1.619 orang dengan sembuh 1.270 orang, dalam perawatan atau isolasi 316 orang dan meninggal 33 orang.

Artikel Asli