Loading...
Loading…
Alvin Lie Ungkap Biaya Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Rp1,5 Miliar, Ini Penjelasan Istana

Alvin Lie Ungkap Biaya Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Rp1,5 Miliar, Ini Penjelasan Istana

Nasional | rakyatku | Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:36

RAKYATKU.COM -- Pesawat kepresidenan tampil dengan wajah baru. Merah putih. Pengamat memperkirakan biaya cat ulang tidak di bawah USD 100 ribu atau sekitar Rp1,5 miliar.

Alvin Lie yang mengungkap cat ulang pesawat kepresidenan ini. Pengamat penerbangan ini mendapatkan foto-fotonya dari rekannya sesama spotter atau orang yang hobi memotret pesawat.

Dalam foto itu, terlihat pesawat dicat melengkung. Warna merah pada bagian atas bodi pesawat. Bagian bawah dicat putih. Sementara ekornya dibiarkan tetap putih dengan lambang bendera merah putih.

Pengecatan ulang pesawat kepresidenan ini jadi sorotan. Di tengah pandemi Covid-19, dianggap tidak prioritas. Penanganan pandemi butuh dana besar. Insentif tenaga kesehatan juga belum sepenuhnya dibayarkan.

"Pemerintah seharusnya menunjukkan sense of crisis," kata Alvin Lie seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

Pengecatan pesawat, kata dia, biasanya menggunakan dua metode. Pertama, sanding atau cat lama diampelas hingga hilang warnanya dan tersisa warna primer dasar, kemudian dicat dengan warna dan pola baru.

Kedua, stripping atau cat lama dikupas total hingga ke kulit pesawat (bare metal) kemudian dicat ulang.

"Yang lazim dilakukan adalah metode sanding, biaya berkisar 100.000 dolar Amerika Serikat per pesawat," ujar Alvin.

Kepala Staf Kepresidenan, Heru Budi Hartono mengakui adanya pengecatan pesawat. Menurutnya, sudah direncanakan sejak 2019. Dan ada waktunya yang tidak boleh dilanggar, 2021.

Proses pengecatan ini satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ. Namun, pada tahun 2019 pesawat BBJ 2 belum memasuki jadwal perawatan rutin, sehingga dilakukan pengecatan Heli Super Puma dan pesawat RJ terlebih dahulu.

Heru menyebut alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN.

Original Source

Topik Menarik