Terpuruk, Pantai Bali Indramayu Kibarkan Bendera Putih

republika | Nasional | Published at 02/08/2021 12:40
Terpuruk, Pantai Bali Indramayu Kibarkan Bendera Putih

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 3 di Kabupaten Indramayu sangat berdampak pada bidang pariwisata. Salah satunya seperti yang dialami pengelola objek wisata Pantai Balongan Indah atau yang dikenal dengan sebutan Pantai Bali Indramayu.

Ditutupnya objek wisata tersebut selama masa PPKM yang berlangsung sebulan terakhir membuat pengelola objek wisata maupun pedagang di sana tak bisa memperoleh penghasilan. Mereka pun memasang ratusan bendera putih pada Sabtu (31/7).

Namun, ratusan bendera putih tersebut sudah diturunkan kembali setelah petugas gabungan Satgas Covid-19 mendatangi lokasi tersebut di hari yang sama.

Petugas gabungan kemarin sore datang, minta diturunkan benderanya, kata pengelola objek wisata Pantai Balongan Indah, Akso Surya Darmawangsa, saat ditemui di lokasi Pantai Balongan Indah, Ahad (1/8).

Akso mengungkapkan, ratusan bendera putih sengaja dipasang untuk menunjukkan kondisi pedagang dan pengelola objek wisata yang terpuruk selama pelaksanaan PPKM. Sejak diberlakukan 3 Juli 2021 sampai hari ini, objek wisata Pantai Bali Indramayu tutup total.

Akso mengatakan, meski ditutup total, namun minat warga untuk berwisata cukup tinggi. Terbukti pada hari ini, sudah ratusan warga yang datang.

Namun, lanjut Akso, pihaknya menolak kehadiran pengunjung sehingga pengunjung terpaksa putar balik sesampainya di pintu masuk. Hal itu sebagai bentuk kepatuhan pihak pengelola terhadap aturan PPKM.

Akso berharap, melalui aksi pengibaran bendera putih, PPKM Level 3 yang akan berakhir pada 2 Agustus 2021 tidak diperpanjang lagi oleh pemerintah. Dia meminta agar pemerintah memberikan solusi terbaik kepada pengelola objek wisata maupun pedagang yang menggantungkan sumber penghasilannya dari berjualan di objek wisata.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kapolsek Balongan, AKP Febry HS, mengungkapkan, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian setelah mengetahui adanya pengibaran bendera putih tersebut.

Petugas pun melakukan pendekatan dan memberi edukasi sehingga warga dengan suka rela menurunkan kembali ratusan bendera putih yang terpasang.

Kami bicara dari hati ke hati dengan pengelola obyek wisata dan para pedagang, sehingga bendera putih yang terpasang akhirnya bersedia diturunkan, tutur Febry.

Selain itu, petugas juga memberikan bantuan berupa sembako kepada para pedagang dan pengelola objek wisata. Pemberian bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban mereka.

Febry mengakui, sangat memahami kondisi yang dialami pengelola objek wisata maupun pedagang. Namun, penutupan objek wisata itu merupakan keputusan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Artikel Asli