Istri Dilecehkan, Suami Keroyok Bakul Sate

radarjogja | Nasional | Published at 02/08/2021 11:07
Istri Dilecehkan, Suami Keroyok Bakul Sate

RADAR JOGJA Ada-ada saja kelakuan salah satu pedagang sate di Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo ini. Pria bernama Abdul Goni,43 itu dipolisikan gara-gara melecehkan istri orang. Bahkan sempat terlibat perkelahian dengan suami korban.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/7) di warung sate milik Abdul Goni (AG) yang beralamat di Padukuhan X Karang, Kalurahan Karang Brosot, Kapanewon Galur. Adapun buntut masalahnya, yakni sekitar sebulan yang lalu saat wanita berinisial EK yang merupakan istri dari Tri Atmojo,42 (TA) warga Kalurahan Nomporejo datang ke warung sate milik AG dengan niat untuk meminjam uang.

Namun ketika di warung sate milik Abdul, EK justru dilecehkan oleh pelaku dengan kata-kata yang tidak sopan. Sehingga oleh EK hal tersebut disampaikan kepada suaminya.Saat itu AG mengatakan, aku gelem nyilihi duwet nek kowe gelem tak keloni, dan kata-kata tersebut kemudian di sampaikan kepada suaminya, ujar Jeffry dalam keterangannya, Minggu (1/8).

Karena suami EK merasa tidak terima, pada Kamis (29/7) sekitar pukul 18.30 kemudian TA mengajak rekannya yang berinisial AJ untuk mendatangi AG yang pada saat itu tengah berjualan sate. Namun karena AG tidak mengakui, ketiganya pun terlibat cek-cok dan berlanjut ke pengeroyokan.

AG kemudian mengeluarkan parang yang disimpan di gerobak satenya untuk diayunkan ke arah TA. Akibat disabet senjata tajam, suami EK itu pun mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Serta sempat mendapat perawatan di Puskesmas Galur.

Jeffry melanjutkan, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke petugas Polsek Galur dan dilanjutkan mediasi kedua belah pihak. Masalah keduanya pun selesai setelah dilakukan mediasi dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan perkelahian tersebut secara kekeluargaan dan saling memaafkan serta tidak meneruskan ke permasalahan tersebut ke ranah hukum, terang Jeffry. (inu/pra)

Artikel Asli