Bupati Semarang Berharap Kelonggaran Kegiatan Pariwisata

republika | Nasional | Published at 02/08/2021 10:57
Bupati Semarang Berharap Kelonggaran Kegiatan Pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Bupati Semarang berharap pelonggaran bagi Kegiatan pariwisata di daerahnya bisa segera diberikan, kendati harus dilakukan secara bertahap. Selain sudah terhenti total selama 1,5 bulan, kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang di daerahnya juga sudah semakin melandai.

"Sampai dengan Sabtu (31/7) kemarin, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang sudah turun hingga 61 persen," ungkap Bupati Semarang, Ngesti Nugraha di sela memberikan bantuan paket bahan kebjtuhan pokok kepada para pelaku UKM di kawasan wisata Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Ahad (1/8).

Dengan berhentinya aktivitas pariwisata, jelasnya, maka para pekerja dan pelaku usaha yang ada di berbagai tempat tujuan wisata di Kabupaten Semarang juga tidak mendapatkan penghasilan selama 1,5 bulan. Tak terkecuali mereka yang berada di objek wisata Bukit Cinta.

Hal tersebut menjadi situasi yang sangat sulit bagi para para pekerja dan pelaku usaha di sektor pariwisata. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menyalurkan bantuan paket bahan kebutuhan pokok untuk membantu meringankan para pelaku UKM dan pekerja sektor pariwisata di daerahnya dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

Tidak hanya para pelaku UKM, para penarik perahu wisata danau Rawapening, di kawasan Bukit Cinta, juga mendapatkan bantuan bahan kebutuhan pokok yang sama, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada mereka yang terdampak PPKM Level 4 tersebut.

Oleh karena itu, bupati berharap, setelah masa PPKM Level 4 berakhir, pada 2 Agustus 2021 besok, ada kelonggaran bagi aktivitas pariwisata di daerahnya. Sehingga nadi perekonomian para pelaku UKM maupun pekerja pariwisata bisa di daerahnya bisa berdenyut kembali.

"Harapan kami setelah PPKM Level 4 ini berakhir pemerintah memberikan kelonggaran bagi kegiatan pariwisata sesui dengan kondisi pandemi di masig- masing daerah, walaupun itu dilakukan secara bertahap dan tidak langsung semua. Sehingga para pelaku UKM dan pekerja pariwisata di daerah kami bisa bekerja kembali," katanya.

Artikel Asli