Setelah Lama Ditunggu, Akhirnya Pemkot Mojokerto Cairkan Rp7,92 Miliar Insentif Nakes

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 02/08/2021 10:17
Setelah Lama Ditunggu, Akhirnya Pemkot Mojokerto Cairkan Rp7,92 Miliar Insentif Nakes

Kota Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur mencairkan dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang dalam penanganan pasien COVID-19 di daerah itusenilai Rp7,92 miliar.

Insentif nakes ini diberikan kepada tenaga kesehatan yang bekerja menangani COVID-19 di RSUD dr Wahidin Sudiro HusodoKota Mojokerto, laboratorium kesehatan daerah (labkesda), dan puskesmas.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam keterangan tertulis di Mojokerto, Senin, mengatakan dana insentif ini sudah dicairkan Pemkot Mojokerto sejak 22 Juli lalu, ditujukan kepada 420 tenaga kesehatan, antara lain dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya seperti ahli teknologi laboratorium medik, nutrisionis, apoteker, elektromedis, fisiotrapis, labkesda, dan tenaga puskesmas.

"Alhamdulillah kita sudah mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan dengan total sebesar Rp7,92 miliar bagi 420 orang nakes. insentif ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya yang menangani COVID-19," katanya.

Nominal insentif yang diterima masing-masing nakes, katanya, mengacu KepmenkesRI Nomor hk.01.07/menkes/4239/2021. Ditentukan dalam kepmenkes tersebut, insentif bagi dokter spesialis sebesar Rp15 juta per bulan, insentif bagi dokter umum sebesar Rp10 juta per bulan, insentif bagi perawat dan bidan sebesar Rp7,5 juta per bulan, serta tenaga kesehatan lain menerima insentif sebesar Rp5 juta per bulan.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari, Pemerintah Kota Mojokerto telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,26 miliar untuk insentif nakes yang bersumber dari APBD.

"Saat ini telah dilakukan pencairan sebesar Rp7,92 miliar untuk insentif bulan Januari hingga Juni 2021 yang direalisasikan pada tanggal 22 Juli," katanya.

Untuk insentif tim pelacakan, kata dia, sudah dicairkan satu kali untuk pembayaran Januari hingga April 2021 sebesar Rp172, 3 juta yang direalisasikan pada3 Juni 2021.

Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran di RSUD dr Wahidin Sudiro HusodoKota Mojokerto, puskesmas dan labkesda yang dengan tulus dan ikhlas mengemban tugas untuk menangani COVID-19.

"Insentif ini adalah dukungan dari pemerintah bagi tim 'tracing' dari puskesmas dan Dinkes yang merupakan garda terdepan serta para tenaga kesehatan di rumah sakit yang merupakan garda terakhir. Saya berharap insentif ini dapat meningkatkan semangat dan etos kerja para nakes guna mempercepat penanganan pandemi di tengah potensi risiko keterpaparan yang demikian besar," katanya.

Ning Ita mengatakan pemerintahan yang dipimpinnya akan memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan bagi para nakes yang berdedikasi tinggi dan banyak berkorban dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Mereka yang menerima insentif ini sudah bekerja keras melayani pasien COVID-19 di Kota Mojokerto. Insyaallah kami terus berupaya memberikan terbaik bagi para nakes ini," katanya.

Artikel Asli