PPKM Level Tiga, Satgas Covid-19 Sumbawa Barat Harus Tegas

lombokpost | Nasional | Published at 02/08/2021 09:12
PPKM Level Tiga, Satgas Covid-19 Sumbawa Barat Harus Tegas

TALIWANG-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta lebih tegas menyikapi kasus covid-19. Kasus terus naik, begitu juga angkat kematian yang disebab virus berasal dari Wuhan ini.

Menyikapi tingginya kasus covid-19, satgas covid-19 mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 disertai dengan pembatasan kegiatan sosial di masyarakat. Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Barat Aheruddin Sidik meminta langkah PPKM ini harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat pula. Kami minta satgas covid-19 lebih tegas agar pengetatan bisa efektif dan angka kasus bisa ditekan, pinta dia, kemarin (2/8).

Aher, sapaan akrabnya, menilai ketegasan Pemda dalam penerapan PPKM sangat diperlukan. Karena di lapangan, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Selain itu kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan juga masih tetap terlihat. Saat ini masyarakat masih bebas beraktivitas. Masih ada kegiatan olah raga, budaya dan kegiatan masyarakat lain. Padahal kita (KSB) sudah melaksanakan PPKM level 3 sejak beberapa waktu lalu, ujar dia.

Politisi PKPI ini meminta agar satgas covid-19 berkoordinasi intensif dengan para pihak terkait. Termasuk mengambil langkah tegas, khusus dalam hal yang bisa menjadi celah terus berkembangnya covid-19. Sosialisasi dan koordinasi yang tepat akan mampu mencegah adanya klaster baru penyebaran covid-19.

Bupati kami minta untuk mengeluarkan kebijakan strategis dalam menekan angka covid-19 di Sumbawa Barat. Jangan dibiarkan seperti saat ini, masyarakat makin bebas menggelar kegiatan tanpa mengedepankan prokes, ingatnya.

PPKM level tiga nantinya akan membatasi kegiatan sosial kemasyarakatan. Seperti pesta pernikahan, hajatan maupun kegiatan lain yang berpotensi menyebabkan kerumunan.

Kita akan lakukan pembatasan, misalnya pernikahan. Dari kapasitas gedung yang hanya boleh maksimal 25 persen yang diisi. Untuk hidangan, tidak boleh lagi prasmanan, tegas juru bicara Satgas Covid-19 KSB, H. Tuwuh, kemarin. (far/r8)

Artikel Asli