Di Tengah Pemulihan Bencana Banjir, Zhengzhou Dilanda Varian Delta

jawapos | Nasional | Published at 02/08/2021 08:41
Di Tengah Pemulihan Bencana Banjir, Zhengzhou Dilanda Varian Delta

JawaPos.com Kota Zhengzhou di Provinsi Henan, Tiongkok, mulai dilanda wabah Covid-19 varian Delta. Wabah melanda di tengah upaya pemulihan akibat bencana banjir yang menewaskan puluhan warga.

Hingga Sabtu (31/7) malam terdapat 11 kasus positif dan 16 kasus tanpa gejala. Kasus tanpa gejala pertama di wilayah tengah Tiongkok itu ditemukan pada Jumat pekan lalu. Zhengzhou menjadi kota lainnya yang mengalami peningkatan kasus varian Delta sangat cepat setelah Kota Nanjing di Provinsi Jiangsu.

Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kota Zhengzhou, Wang Songqiang, mengungkapkan sebagian besar kasus positif ditemukan di Rumah Sakit No 6 di kota itu, termasuk petugas kebersihan, staf medis, dan pasien rawat inap. Rumah sakit itu menjadi rumah sakit rujukan bagi orang tanpa gejala yang baru datang dari luar negeri.

Menurut Wang, dibandingkan dengan kota-kota lain seperti Nanjing, Zhangjiajie (Provinsi Hunan), dan Chengdu (Provinsi Sichuan), penyebaran varian Delta di Zhengzhou lebih cepat dan kemungkinan butuh waktu lama untuk pulih.

Zhengzhou sendiri sedang melakukan berbagai upaya pemulihan akibat bencana banjir yang menewaskan 51 orang hingga 23 Juli. Di seluruh wilayah Provinsi Henan, jumlah korban tewas akibat banjir mencapai 99 orang. Saat ini di Zhengzhou terdapat satu daerah berisiko tinggi Covid-19 dan tiga daerah risiko sedang.

Sekretaris Partai Komunis Tiongkok (CPC) Komite Provinsi Henan, Lou Yangsheng, menginstruksikan pengetatan penjagaan untuk mencegah meluasnya wabah tersebut. Dia juga memerintahkan investigasi lebih lanjut mengenai sumber wabah tersebut dan warga setempat tidak boleh meninggalkan wilayah Henan.

Penerbangan internasional ke Henan harus diperiksa secara ketat dan rantai pasokan serta surat internasional harus melalui pengujian ekspor-impor yang ketat. Lou meminta kegiatan pertemuan massal dibatalkan, vaksinasi dipercepat, dan penyebaran informasi wabah ke seluruh masyarakat agar dilakukan secara tepat dan transparan.

Artikel Asli