3 Bulan Tak Ada OTT KPK Kepatil Corona

rm.id | Nasional | Published at 02/08/2021 08:17
3 Bulan Tak Ada OTT KPK Kepatil Corona

Hampir tiga bulan, KPK belum melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lagi. Selama ini, KPK hanya melakukan pengembangan kasus-kasus lama. Di saat yang sama, KPK juga sibuk menangani kasus Corona. Dua kedeputiannya sempat kepatil Corona.

KPK melakukan OTT terakhir, 9 Mei lalu saat menangkap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah tersebut. Itu dilakukan atas kerja bareng dengan Bareskrim Polri. Perkara tersebut juga tidak ditangani KPK. Karena diserahkan ke Bareskrim Polri.

Setelah itu, belum ada OTT lagi. Yang ada, KPK sibuk dengan perang melawan Corona. Sebanyak 113 pegawai KPK sempat positif Corona. KPK pun sibuk melakukan sterilisasi kantor, vaksinasi, dan isolasi bagi pegawai yang positif.

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), KPK ikut membatasi pegawainya. Yang masuk kantor hanya 25 persen dari kapasitas. Bahkan, akhir Juni lalu, para pegawai di 2 kedeputian strategis, yakni Penindakan dan Eksekusi, tidak masuk sama sekali, karena banyak yang terpapar Corona.

Meski tak ada OTT hampir 3 bulan, Plt Jubir KPK Ali Fikri memastikan, kegiatan pemberantasan korupsi tetap berjalan. Trisula strateginya yakni pencegahan, penindakan, dan pendidikan antikorupsi.

Di kondisi saat ini, kata Ali, juga butuh beberapa penyesuaian teknis pelaksanaan pemberantasan korupsi karena hantaman pandemi Covid-19. "Melihat kasus positif Covid-19 yang masih relatif tinggi hampir di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali yang menimpa beberapa pegawai KPK, mengharuskan kami menyesuaikan kondisi tersebut," ucapnya, dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka , akhir pekan kemarin.

Selain pertimbangan kondisi internal, kendornya OTT juga dipengaruhi kondisi eksternal. Sebab, kata Ali, upaya pemberantasan korupsi juga melibatkan pihak-pihak eksternal KPK.

"KPK meminimalisasi mobilitas pegawai turun langsung ke lapangan. Sehingga program kegiatan sebagian besar telah beralih ke daring. Meski dalam beberapa hal tetap butuh dilakukan temu fisik, sehingga pelaksanaannya pun tak jarang terkendala," terangnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman tak terima alasan KPK ini. Dia menegaskan, Corona tak bisa dijadikan alasan oleh KPK untuk tidak melakukan OTT. Sebab, ketika Corona sudah merajalela tahun lalu, KPK masih bisa melakukan OTT, yaitu saat menangkap Edhy Prabowo dan Juliari P Batubara.

Dia juga membandingkan kerja Kepolisian dan Kejaksaan yang tidak terganggu dengan Corona. Polisi masih bisa menangkap orang yang menimbun obat di Jakarta Barat maupun di Jawa Timur. Kejaksaan masih menangani dugaan korupsi masker di Banten, misalnya. Kejaksaan Agung juga masih getol mengurusi Asabri. Jadi, nggak ada alasan dengan Covid ini," kata Boyamin, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dia justru menyalahkan proses alih status pegawai KPK menjadi ASN lewat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Karena TKW itu, sejumlah pegawai KPK yang selama ini dinilai andal dalam setiap aksi OTT, tidak lolos. Sehingga kini, tak bisa menjalankan tugasnya.

Boyamin juga menyorot gaya Ketua KPK Firli Bahuri yang dianggapnya lebih menonjolkan pencegahan. Pak Firli memang tampak sejak dulu kan pengen pencegahan dan tidak nampak selalu getol penangkapan maupun OTT," sambungnya. [ SAR ]

Artikel Asli