Dipastikan Kemenkes Dari Sabang Sampai Merauke Dijajah Delta

rm.id | Nasional | Published at 02/08/2021 07:40
Dipastikan Kemenkes Dari Sabang Sampai Merauke Dijajah Delta

Serangan virus Corona varian Delta tidak hanya terjadi di Pulau Jawa saja. Menurut Kementerian Kesehatan, semua wilayah Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke kini sudah dijajah Delta.

Dua bulan lalu, varian baru asal India itu, pertama kali menyerang warga Kudus, Jawa Tengah. Keganasan Delta ini, membuat lonjakan kasus dan angka kematian di Kudus meningkat drastis.

Setelah Kudus, Delta langsung menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan di DKI Jakarta, tingginya angka kasus aktif harian, mayoritas didominasi varian Delta. Meskipun ada juga kasus yang disebabkan varial Alpa dan Beta.

Kepastian penyebaran varian Delta di penjuru Indonesia, diketahui setelah Kemenkes melakukan penelitian spesimen di 24 provinsi dalam 60 hari terakhir. Hasilnya, sebanyak 86 persen diketahui merupakan Corona varian Delta.

Sehingga dapat dikatakan persebaran ini sudah merata di seluruh Indonesia, kata Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kemarin.

Nadia mengatakan, laporan tersebut patut menjadi perhatian bersama. Mengingat potensi penularan varian Delta ini sangat tinggi dan cepat. Pemerintah daerah harus bergerak cepat untuk menekan agar varian Delta ini tidak bisa berkembang bebas di wilayahnya.

Dia berharap, pemerintah daerah meningkatkan testing dan tracing , terutama di pemukiman padat penduduk. Kami juga lakukan percepatan vaksin untuk menaikkan imunitas tubuh. Vaksinasi juga mengurangi risiko tertular, menderita sakit berat, bahkan risiko kematian dari pasien terjangkit Covid-19, ujarnya.

Saat ini, tren penambahan kasus aktif secara nasional masih tinggi, rata-rata 40 ribuan kasus per hari. Hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang steril dari penularan kasus Corona.

Untuk diketahui, varian Delta yang diberi nama B1617.2 itu, pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober 2020. Para ilmuwan meyakini, varian ini menular 60 persen lebih cepat dibanding varian Alpha (B117) yang ditemukan pertama kali di Inggris. Varian Alpha disebut 50 persen lebih menular dibanding varian asli yang ditemukan di Wuhan pada awal pandemi.

Tingkat kecepatan penularan varian Delta diam ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Menurut CDC, tingginya tingkat penularan varian Delta setara dengan cacar air.

Kepala Tim Efektivitas Vaksis CDC Meredith McMorrow memaparkan hasil penelitian ini di AS, 29 Juli lalu. Dari dokumen penelitian itu, disebutkan varian Delta menghasilkan jumlah virus di saluran udara sebanyak 10 kali lipat lebih tinggi daripada yang terlihat pada orang yang terinfeksi varian Alpha.

Selain itu, varian Delta disebut lebih mungkin untuk menembus perlindungan yang diberikan oleh vaksin. Varian Delta lebih menular daripada virus yang menyebabkan MERS, SARS, Ebola, flu biasa, flu musiman dan cacar, tulis dokemen tersebut seperti dikutip New York Times .

Dikutip dari New York Times , Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan, seseorang yang teinfeksi dengan varian Delta mungkin lebih cenderung menyebabkan penyakit parah. Studi dari Kanada dan Skotlandia menemukan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta lebih mungkin dirawat di rumah sakit, sementara penelitian di Singapura menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin membutuhkan oksigen. [BCG]

Artikel Asli