Tiga Masjid India Buka Pusat Penanganan Pasca-Covid-19

republika | Nasional | Published at 02/08/2021 06:49
Tiga Masjid India Buka Pusat Penanganan Pasca-Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, HYDERABAD -- Sebanyak tiga masjid di India membuka pusat penanganan pasca-Covid-19. Ketiga masjid itu memulai perawatan konseling dan pengobatan pasca-Covid setelah sebuah survei di Kota Tua Hyderabad mengungkapkan satu dari setiap tiga wanita yang sembuh dari Covid-19 menderita penyakit tidak menular (PTM) atau disebut non-communicable diseases (NCD).

Masjid-masjid tersebut berada di Rajendranagar di distrik Ranga Reddy di negara bagian Telangana, India. Salah satu masjid tersebut adalah masjid yang telah mengubah rumah sakit Covid-19 menjadi pusat penanganan pasca-Covid-19 karena kasus pandemi saat ini tengah menurun.

Sejauh ini, sebanyak 3.500 pasien telah diskrining atau terdaftar. Mereka berasal dari 50 daerah kumuh di kota itu dengan populasi sekitar delapan lakh. Survei ini dilakukan oleh Helping Hand Foundation (HHF), sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan.

"Tinjauan dokter telah tertunda karena pembatasan pasien keluar, kekurangan uang untuk investigasi yang mahal karena kehilangan pekerjaan dan tabungan yang buruk, dan ketakutan serta kecemasan mengunjungi rumah sakit," kata pengelola HHF, Mujtaba Hasan Askari, dilansir di Times of India , Ahad (1/8).

Masjid-masjid tersebut telah meluncurkan program penyaringan tingkat komunitas yang multidisiplin untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kronis, khususnya PTM. Pusat kesehatan di ketiga masjid itu melakukan skrining pasien untuk NCD, kesehatan mulut, oftalmologi, penyakit hati, kanker, khususnya kanker kepala dan leher, leher rahim dan kanker payudara pada wanita.

Askari mengatakan 90 persen dari pasien yang diperiksa adalah wanita. Pusat kesehatan masjid tersebut beroperasi dari NS Kunta, Rajendranagar dan Shaheenagar. Bagian pelayanan bantuan dari pusat kesehatan di masjid ini terdiri dari dokter keluarga, konselor, dan ahli gizi.

Koordinator PTM di klinik eksklusif wanita di Masjid Muhammed Mustafa, Dr Ayesha Fatima, mengatakan sebagian besar pasien berasal dari kalangan ekonomi lemah dan tidak sepenuhnya menyadari kondisi, komplikasi dan cenderung mengabaikan kesehatan mereka. Survei menemukan 5 persen dari wanita yang diperiksa adalah penderita diabetes, 18,3 persen memiliki hipertensi dan 11 persen memiliki penyakit penyerta.

Satu dari tiga wanita dengan diabetes memiliki kondisi perlemakan hati (fatty liver) tingkat satu. Banyak pasien Covid-19 pasca pemulihan menderita penyakit yang terkait dengan gejala sisa Covid-19.

Di samping itu, dengan Covid yang mendominasi skenario kesehatan, orang-orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan yang terkait dengan ginjal dan tiroid sangat terdampak karena mereka tidak memiliki akses ke pengobatan. Survei tersebut juga menemukan adanya peningkatan kejadian stroke, penyakit kardiovaskular, gagal ginjal dan gangguan penglihatan dalam enam bulan terakhir.

Artikel Asli