Insentifnya Tak Cair-cair, Nakes di Tasikmalaya: Kami Tak Matre, Itu Hak Kami!

radartegal | Nasional | Published at 02/08/2021 06:40
Insentifnya Tak Cair-cair, Nakes di Tasikmalaya: Kami Tak Matre, Itu Hak Kami!

Miris sekali nasib tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tasikmalaya. Enam bulan sudah mereka bersabar menunggu dibayarkannya insentif sebagai haknya menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Padahal, Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf sekaligus Sekda Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan telah menginstruksikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera mencairkannya. Namun hingga kini, uang lelah yang sudah di kas daerah tersebut tak kunjung dicairkan.

Mungkin bagi nakes dengan kemampuan finansial lebih memang tidak masalah, atas penundaan insentif tersebut. Tetapi ada juga, nakes yang sampai menumpuk utang untuk menutupi berbagai kebutuhan.

Bahkan tidak sedikit yang harus diisolasi karena ikut terpapar virus Covid-19. Beberapa nakes mengaku merasa jerih payah dan kinerjanya seolah tidak diperhatikan secara serius oleh PemkotTasikmalaya.

Insentif yang rencananya diberikan pekan ini, ternyata hanya harapan palsu. Salah seorang nakes yang enggan disebut namanya, mengaku tidak kesulitan soal keuangan.

Hanya saja, insentif sudah menjadi haknya yang sudah bekerja menangani pasien Covid-19. Bukan materialistis, itu memang sudah menjadi hak kami, tuturnya, akhir pekan lalu.

Menurut lelaki yang memiliki berat badan 70 kg tersebut, ketika Pemkot memang tidak memiliki anggaran untuk membayar, dia bisa mewajarkan. Namun ketika uangnya sudah ada, tapi pembayarannya ditunda-tunda dengan alasan menunggu verifikasi selesai menyeluruh, itu lain cerita.

Kenapa tidak dibayarkan bertahap saja, kalau begini kesannya jadi menunda-nunda, ujarnya.

Ada pun nakes lainnya, mengaku punya banyak kebutuhan yang harus ditutupi. Dia sangat mengandalkan pencairan insentif untuk menutupi semua kebutuhan. Mau tidak mau harus ngutang buat makan, karena uangnya dipakai kebutuhan lain yang juga penting, kata perempuan berparas manis itu.

Belum lagi, kata dia, beberapa teman dekatnya sampai harus menjalani isolasi setelah dinyatakan positif Covid-19. Namun hal itu, diakui sudah menjadi risiko sebagai garda terdepan.

Negatifnya sudah kami terima secara kontan, tapi positifnya (insentif) tidak kontan, katanya.

Sejurus dengan itu, salah seorang pegawai non nakes pun mengaku tidak kalah lelah. Dia tetap konsisten menjalankan tugas berisiko tersebut meski insentif dibayar belakangan. Kinerja kami diperhatikan supaya tidak salah, tapi perhatikan juga hak kami dong, katanya.

Sebelumnya diberitakan, insentif yang ditunggu-tunggu tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tasikmalaya sejak Januari 2021. Ternyata masih jadi angan-angan belaka, sebab hingga kini hak mereka menerima uang lelah tersebut belum juga cair.

Padahal, sebelumnya Pemerintah Kota Tasikmalaya,Jumat (22/7), menjanjikan akan segera mencairkan insentif bagi nakes dan non nakes tersebut di pekan ini. Saat ini, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih menunggu hasil verifikasi rampung secara menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan pihaknya masih melakukan proses verifikasi data petugas dari berbagai fasilitas kesehatan (faskes). Namun sebagian faskes prosesnya sudah selesai dan seharusnya sudah bisa didistribusikan. RSUD dr Soekardjo dan 5 Puskesmas yang sudah kami kirimkan ke Pemkot (BPKAD), ungkapnya, Kamis (29/7) lalu.

Untuk verifikasi menyeluruh, kata Uus, memang pihaknya memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pasalnya, prosesnya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Kalau nantinya malah menjadi temuan kan repot juga, ujarnya.

Pihaknya pun memaklumi adanya riak di petugas nakes dan non nakes di lapangan terkait keterlambatan insentif ini. Karena bagaimana pun mereka sudah mendedikasikan diri untuk melakukan penanganan Covid-19. Tetapi segalanya perlu proses, kami harap bisa bersabar, ujarnya.

Di samping itu, Uus juga berterima kasih kepada Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf yang sudah memprioritaskan percepatan insentif bagi tenaga kesehatan. Termasuk prioritas dalam hal pengalokasian anggarannya. Ini jadi sebuah bentuk apresiasi untuk teman-teman nakes di lapangan, terangnya.

Terpisah, Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya Hanafi mengakui bahwa hasil verifikasi dari Dinas Kesehatan sebagian sudah diterima. Meskipun secara bertahap bisa langsung dicairkan, dia memilih menunggu proses verifikasi selesai secara utuh.

Supaya bareng-bareng penerimaannya, ujar dia kemarin.

Untuk sementara para petugas di lapangan diminta agar bersabar. Karena ketersediaan uang sudah dijamin aman dan tinggal didistribusikan. Nanti kalau sudah selesai, langsung ditransfer ke rekening masing-masing, jelasnya.

Hanafi menjelaskan bahwa insentif yang diberikan yakni untuk masa tugas kurang lebih tiga bulan. Termasuk sisa pembayaran insentif tahun 2020 di mana Pemkot masih punya utang kepada para petugas nakes. Kita menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang sudah siap, imbuhnya.

Dia menegaskan akan secepatnya menyelesaikan pembayaran insentif tenaga kesehatan emester 1 Tahun 2021 mulai Januari sampai Juni 2021 dengan total kebutuhan anggaran keseluruhan Rp20 miliar.

Kita baru memproses pencairan insentif selama tiga bulan terlebih dahulu yakni Januari sampai Maret 2021, karena anggaran yang baru tersedia sebanyak Rp13,9 miliar dari total yang dibutuhkan, tuturnya.

Jumlah yang tersedia ini pun, kata dia, akan dipotong dulu untuk pembayaran utang insentif tenaga kesehatan bulan Desember 2020 sebesar Rp1,9 miliar yang seharusnya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.

Jadi paling cepat sekarang akan dicairkan triwulan pertama dan sisa pembayaran insentif Desember 2020," katanya.

Hanafi menjabarkan hari ini (kemarin) pihaknya telah mendapatkan kepastian untuk menambahkan kekurangan anggaran buat insentif Kota Tasikmalaya Rp8 miliar dari anggaran perubahan APBD Pemkot Tasikmalaya 2021.

Tetapi, kata dia, realisasinya membutuhkan waktu paling lambat tiga pekan lagi karena harus meminta persetujuan ke Provinsi Jawa Barat diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai regulasi akibat kepala daerah masih menjabat pelaksana tugas (Plt).

Adapun proses pencairan insentif triwulan pertama 2021, akan langsung dilakukan setelah proses seluruh administrasi ajuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya selesai ke keuangan daerah.

Hari ini (kemarin, Red), kita sudah putuskan mengajukan tambahan untuk menutupi kekurangan Rp8 miliar untuk pembayaran Inakesda sampai Juni 2021 dari anggaran perubahan dengan total ajuan Rp11 miliar," bebernya. (rga/zul)

Artikel Asli