Interpol Terbitkan Red Notice Ketua Satgas KPK Yakin Harun Masiku Di Indonesia

rm.id | Nasional | Published at 02/08/2021 06:40
Interpol Terbitkan Red Notice Ketua Satgas KPK Yakin Harun Masiku Di Indonesia

Kepala Satuan Tugas Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid meyakini buronan Harun Masiku berada di Indonesia. Ia pun mampu menangkap politisi PDIP itu.

Nanti kalau saya sudah diaktifkan, saya akan bekuk yang bersangkutan, ujar Harun yang dinonaktifkan lantaran dianggap tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Menurutnya, jika tidak dilakukan pencarian, ruang gerak Harun terbuka lebar. Kalau kelamaan saya enggak diaktifkan, dia akan leluasa untuk berpindah-pindah, kata Harun.

Harun Masiku lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Januari 2020 silam. Sebelumnya ia terpantau berada di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Namun tim KPK sempat dicegat polisi yang berjaga di kompleks pendidikan perwira Polri itu. Harun Masiku pun lepas dari intaian. Sejak itu Harun Masiku lenyap.

Meski begitu, KPK menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka pemberi suap kepada Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebesar 19 ribu dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura.

Pemberian rasuah itu bertujuan agar Wahyu Setiawan dapat mengupayakan KPU memberikan persetujuan terkait permohonan Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR Fraksi PDIP dari Dapil Sumatera Selatan, Riezky Aprilia. Harun hendak menggantikannya.

Perkara Wahyu berlanjut hingga ke pengadilan. Sementara Harun Masiku, tersangka peyuapan ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

Belakangan, Harun Masiku masuk dalam red notice Interpol. Pencarian terhadap tersangka kasus suap itu akan melibatkan kepolisian dari mancanegara.

Informasi terbaru yang kami terima bahwa pihak Interpol benar sudah menerbitkan red notice atas nama DPO Harun Masiku, kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Pelacakan maupun perburuan Harun Masiku terus digencarkan. Namun Ali tak menyinggung dugaan keberadaan buronan itu, apakah di dalam negeri atau di luar negeri.

Ali menandaskan, dalam pelacakan jejak buronan itu KPK bekerjasama dengan Badan Reserse dan Kriminalisasi (Bareskrim) Polri, Dirkektorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, dan Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia.

KPK mengajak masyarakat ikut membantu menyampaikan informasi keberadaan Harun Masiku jika mengetahuinya ke otoritas yang berwenang.

KPK berharap bisa segera menangkap DPO Harun Masiku, katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alex Marwata juga meyakini, Harun Masiku masih berada di dalam negeri. Hal itu didasari nama buronan tersebut yang masuk dalam daftar cegah ke luar negeri.

Kalau sistemnya berjalan dengan baik. Pintu-pintu keluar yang resmi itu kan sudah ditutup. Kecuali dia kemudian keluarnya lewat pintu-pintu yang tidak terdeteksi. Kalau lewat pintu resmi yang dijaga Imigrasi, enggak akan lolos, katanya.

Harun Masiku tak pernah memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia juga sempat dipanggil pengadilan. Pemanggilan berkaitan dengan gugatan cerai yang diajukan istri keduanya.

Hildawati mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada 27 Juli 2020. Lantaran sudah lama tak bertemu dengan suaminya itu. Hilda dinikahi Harun Masiku di Singapura.

PN Makassar akhirnya mengabulkan gugatan cerai Hildawati pada 16 Maret 2021 secara verstek atau tanpa kehadiran Harun Masiku. [GPG]

Artikel Asli