Loading...
Loading…
Arab Saudi Mulai Terima Jamaah Umrah 10 Agustus

Arab Saudi Mulai Terima Jamaah Umrah 10 Agustus

Nasional | lombokpost | Rabu, 28 Juli 2021 - 07:31

JAKARTA-Pemerintah Arab Saudi baru saja sukses menyelenggarakan haji musim 2021 di tengah pandemi Covid-19. Seperti biasanya, setelah musim haji selesai, Saudi kembali membuka pintu untuk penyelenggaraan ibadah umrah. Rencananya akses ibadah umrah dibuka kembali mulai 10 Agustus depan.

Perkembangan informasi tersebut disampaikan Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Zakaria Anshary kemarin (26/7). Dalam surat edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, diumumkan kalau jamaah internasional sudah bisa masuk ke saudi tanggal 1 Muharram atau sekitar 10 Agustus, katanya.

Sementara itu Zaky mengatakan jamaah umrah dari Indonesia masih belum bisa terbang ke Saudi. Sebab Indonesia masih menjadi salah satu negara yang di-banned oleh Saudi. Alasannya kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Dia mengatakan kapan banned tersebut dicabut, tergantung perkembangan pandemi di Indonesia. Kemudian juga terkait banyaknya kegiatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia maupun di Saudi.

Zaky mengatakan ketika lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin, otomatis pandemi Covid-19 di negeri ini semakin membaik. Bisa saja mereka bisa menerima jamaah umrah dari Indonesia, dengan catatan yang sudah divaksin. Kita berdoa saja, tuturnya. Sebagai pelaku usaha travel, Zaky berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga dapat memberangkatkan jamaah umrah maupun haji khusus ke Saudi.

Dia menceritakan salah satu muassasah terbesar di Saudi menyampaikan, dibukanya akses umrah untuk warga Indonesia nantinya lebih banyak bergantung kondisi pandemi di Indonesia sendiri. Kemudian juga terkait dengan regulasi pemerintah Indonesia dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Dia menceritakan, salah satu muassasah besar di Saudi menyampaikan, dibukanya akses umrah untuk WNI nantinya lebih banyak bergantung kondisi pandemi di Indonesia sendiri. Kemudian juga terkait dengan regulasi pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Misalnya sekarang pemerintah Indonesia menerapkan PPKM Level 4, Level 3, dan aneka jenis PPKM lainnya, turut menjadi pantuan otoritas di Saudi. Dia menegaskan sampai saat ini Saudi masih melarang Indonesia masuk ke Saudi. Kalau nanti kondisi Indonesia sudah tidak PPKM bisa saja kerajaan Arab Saudi membolehkan umrah untuk warga Indonesia, katnaya.

Seperti diketahui kegiatan penyelenggaraan umrah di Indonesia praktis berhenti lebih dari setahun. Saudi sempat membuka akses pengiriman jamaah umrah dari Indonesia di penghujung 2020 lalu. Tetapi di awal 2021 kembali dihentikan. Sampai akhirnya Saudi menetapkan Indonesia dalam daftar negara yang mereka banned.

Jangan Tinggal Diam

Dibukanya akses penyelenggaraan umrah oleh Arab Saudi langsung direspon Kementerian Agama. Direktorat Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag berancang-ancang melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi.

Perwakilan pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah telah menerima edaran tersebut pada 15 Dzulhijjah atau 25 Juli kemarin, kata Plt Dirjen PHU Kemenag Khoirizi H. Dasir kemarin (26/7). Dia mengatakan pemerintah Indonesia masih mempelajari surat edaran tersebut.

Khoirizi mengatakan, KJRI di Jeddah akan melakukan upaya diplomasi kepada Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Salah satu isu yang bakal dibahas adalah kewajiban karantina di negara ketiga.

Dalam hal ini, setiap jamaah wajib melakukan karantina 14 hari di negara lain, sebelum bertolak ke tanah suci. Misalnya, jamaah umrah melakukan karantina di Singapura dulu selama dua minggu. Setelah dinyatakan klir dari Covid-19, jamaah baru bisa terbang ke Saudi. Kami berharap jamaah Indonesia tidak harus dipersyaratkan seperti itu, tuturnya. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta.

Dia juga menyinggung soal ketentuan vaksin booster yang ditetapkan oleh Saudi. Kemenag berencana membahas peluang menggunakan merek Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson sebagai booster. Kemenag akan membahasnya dengan Satgas Pencegahan Covid-19 serta BNPB.

Dengan koordinasi tersebut, Khoirizi berharap kebutuhan vaksinasi untuk calon jamaah umrah dari Indonesia bisa terlayani. Sehingga ketika Indonesia mendapatkan izin untuk mengirim jamaah umrah, tidak ada kendala perihal vaksin booster. Kita berharap pandemi bisa segera teratasi. Sehingga jamaah Indonesia bisa menyelenggarakan ibadah umrah secara lebih baik, tuturnya. (wan/bay/JPG/r6)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{