IDAI Jatim Catat 50 Persen Lebih Anak yang Meninggal karena Covid-19 Berusia Kurang dari 45 Hari

suarasurabaya | Nasional | Published at 23/07/2021 08:49
IDAI Jatim Catat 50 Persen Lebih Anak yang Meninggal karena Covid-19 Berusia Kurang dari 45 Hari

Ikatan Dokter Anak (IDAI) Jatim mencatat, sebanyak 30 anak meninggal karena terpapar Covid-19. Lebih dari 50 persen di antaranya anak yang berusia kurang dari 45 hari. Selebihnya, anak yang meninggal karena Covid adalah mereka yang memiliki kormobit atau penyakit bawaan.

Hal itu disampaikan oleh dr. Sjamsul Arief Sp.A (K) Ketua IDAI Jatim kepada Radio Suara Surabaya , Jumat (23/7/2021).

Berdasarkan data kita, lebih dari 50 persen yang meninggal itu periode usianya satu bulan sampai 45 hari. Data kita yang lain, anak-anak yang meninggal sudah punya kormobit, sudah ada penyakit sebelumnya seperti TBC, gangguan otak kronis, ibu mengidap HIV lalu menularkan anaknya dan sebagainya, kata dr. Sjamsul.

IDAI Jatim juga mencatat, dalam minggu ini, jumlah anak yang suspect Covid-19 di Jatim meningkat 303 anak menjadi 4.794, dan yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 3.876 atau bertambah 168 anak.

Meski begitu, anak-anak yang terpapar Covid-19 lebih kecil memiliki gejala dibanding orang dewasa. Dokter Sjamsul mengatakan, anak-anak memiliki potensi manifestasi klinis yang lebih ringan dan jarang yang memiliki gejala sedang hingga berat.

Catatan manifestasi pada anak hampir sebagian besar tidak ada gejala dibanding orang dewasa. Reaksi imunologis anak tidak seperti orang dewasa sehingga efeknya kurang, tambahnya.

Ia meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan sekolah tatap muka mengingat kasus Covid-19 masih tinggi dan anak-anak banyak yang terpapar.

Dulu itu rame di Surabaya ada wacana pembukaan sekolah. Kita ingin anak-anak jangan sekolah (tatap muka) dulu karena sekarang kondisinya masih buruk. Yang bahaya, kalau misalnya masuk sekolah, tertular lalu membawa penyakit itu ke rumah. Itu yang bahaya, ungkapnya.(tin/ipg)

Artikel Asli