Mundur Dari Kursi Komisaris Rektor UI Sepi Tepuk Tangan

rm.id | Nasional | Published at Jumat, 23 Juli 2021 - 07:40
Mundur Dari Kursi Komisaris Rektor UI Sepi Tepuk Tangan

Setelah digebuk banyak orang, Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro akhirnya menyudahi polemik soal rangkap jabatan. Dia pilih melepaskan posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama BRI dan fokus ke dunia pendidikan. Meskipun ini langkah yang bijak, sayangnya, keputusan Ari ini sepi tepuk tangan. Apakah publik terlalu dongkol?

Pengunduran diri ini terungkap dari informasi keterbukaan publik PT BRI kepada Bursa Efek Indonesia. Ari mengirimkan surat pengunduran dirinya langsung kepada perusahaan dan Kementerian BUMN.

Pengunduran diri saudara Ari Kuncoro dari jabatannya sebagai wakil komisaris utama/komisaris independen perseroan, demikian tertulis dalam keterangan yang disampaikan Corporate Secretary PT BRI Aestika Oryza Gunarto, kemarin.

Meskipun sudah resmi mundur, kritikan terhadap Ari belum juga berhenti. Keputusan Ari dianggap terlambat, karena diambil setelah hujan kritik sudah meledak di masyarakat.

Salah satu yang ogah tepuk tangan adalah Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade. Ia menilai, Rektor UI itu tidak jujur dari awal.

Ada statuta yang melarang rangkap jabatan, kenapa enggak diberitahu ke Kementerian BUMN. Ini patut disayangkan, kata Andre kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Ketidakjujuran itu, akhirnya terus menggelinding bak bola salju.

Kalau mau mengundurkan diri, kenapa enggak dari kemarin-kemarin. Karena perubahan statuta itu, sasaran tembaknya bisa sampai ke presiden ini, sesalnya.

Politisi Gerindra yang membidani urusan BUMN DPR ini menyayangkan pemerintah yang kemudian di- bully warganet. Padahal, di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah perlu mendapat dukungan dari publik untuk berjibaku melawan virus Corona.

Ia berharap, kasus Ari Kuncoro ini jadi pelajaran ke depan. Agar pejabat menolak tawaran rangkap jabatan, jika ada aturan yang melarangnya.

Polisi Partai Gerindra, Fadli Zon juga belum puas dengan keputusan Ari tersebut. Menurutnya, Ari tak cukup kalau hanya sekedar melepaskan kursi komisaris.

 

Rektor UI sudah memilih opsi mundur dari Wakil Komisaris Utama BRI. Nama baik UI sudah telanjur tercoreng, tak sesuai lagi dengam slogannya veritas (kejujuran), probitas (kebenaran), iustitia (keadilan). Harusnya juga mundur sebagai Rektor UI, kicaunya.

Sikap berbeda ditunjukkan mantan Anggota DPR, Akbar Faizal. Menurutnya, Rektor UI berhasil memenangkan pertarungan nurani dan kewarasan komunal dengan lebih memilih UI ketimbang jabatan komisaris BRI, yang bergaji miliaran.

Satu niat baik dari beliau harus kita catat dan teruskan. Sebab, saya yakin kita semua berniat baik bagi negeri yang sungguh baik ini, tulisnya di akun Twitter @akbarfaizal68 , kemarin.

Untuk diketakui, berdasarkan laporan tahunan BRI pada 2020 menyebutkan, gaji seluruh komisaris mencapai Rp 127,2 miliar. Jumlah tersebut sudah termasuk honorarium, THR, tantiem, tunjangan transportasi, premi asuransi purna-jabatan, dan pakaian korporat. Total penerima remunerasi tersebut sebanyak 17 orang.

Dalam laporan lain, disebutkan pula rincian dari gaji bulanan sekitar Rp 1 miliar itu. Terdiri dari gaji Rp 104 juta, tunjangan rutin Rp 30 juta, tantiem Rp 828 juta, transportasi Rp 20 juta, dan asuransi purna jabatan Rp 37 juta.

Ari didapuk sebagai Wakil Komisaris Utama BRI sejak 18 Februari 2020. Itu artinya, sudah lebih dari setahun Rektor UI ini menikmati kursi basah sebagai komisaris di BRI.

Mengetahui Ari Kuncoro mundur, banyak warganet yang kegirangan. Karena merasa kritik, sindiran hingga bully -an yang dilakukan dalam beberapa hari belakangan, membuahkan hasil. Seperti diutarakan Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi DKI Jakarta Dimas Akbar.

The power of netizen . Teruslah menyuarakan kebenaran ditengah situasi yang tidak benar, cuitnya di akun @dimasakbarz .

Tapi, pentolan Drone Emprit respek sama sikap Ari yang akhirnya mengundurkan diri dan memilih fokus memimpin UI. Respect Kontroversi rangkap jabatan Rektor UI Ari Kuncoro menemui ujungnya. Sang rektor mengundurkan diri dari posisi Wakil Komisaris Utama BRI. Semoga @univ_indonesia bisa berlari semakin kencang di level internasional, tulis @ismailfahmi . Walhamdulillah. Barokallah ya Profesor yang Rektor @univ_indonesia telah memberi contoh yang baik. Saya bagian dari Dosen UI merasa bangga dengan tindakan ini guna menjaga integritas keilmuan dan dunia akademik serta menjadi contoh bagi anak bangsa. Salam sehat, sahut @cholilnafis . Rektor UI mundur dari komisaris BRI. BRI maju jadi komisaris UI! #eh, canda akun @ainunnajib .

Selanjutnya perlu mencabut PP No. 75 thn 2021 dan berlakukan kembali PP No. 68 tahun 2013, agar rektor selanjutnya tidak dapat merangkap jabatan, pinta @yoyolindachan . [SAR]

Artikel Asli