Versi Fuad Bawazier, Gus Dur Dijatuhkan Bukan Karena Buloggate Maupun Bruneigate

rmol.id | Nasional | Published at 23/07/2021 02:53
Versi Fuad Bawazier, Gus Dur Dijatuhkan Bukan Karena Buloggate Maupun Bruneigate

RMOL.Jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bukan karena dua skandal besar Buloggate dan Bruneigate.

Hal tersebut tegas disampaikan oleh Fuad Bawazier, salah satu tokoh yang ada dalam perjalanan menjelang lengsernya Presiden Gus Dur.

Buloggate dan Bruneigate itu tidak cukup kuat untuk menjatuhkan Gus Dur, kata Fuad Bawazier saat menjadi pembicara Secangkir Opini bertajuk '20 Tahun Pemakzulan Gus Dur: Siapa Sang Dalang?' yang ditayangkan akun Youtube Refly Harun, Kamis malam (22/7).

Buloggate adalah skandal yang berlangsung pada penghujung masa kepresidenan Gus Dur yang dituduh telah menyelewengkan dana Yayasan Bina Sejahtera (Yanatera) Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dengan adanya isu tersebut, DPR kemudian membuat Panitia Khusus (Pansus) bersama dengan kasus Bruneigate, yakni tudingan kepada Gus Dur telah menyelewengkan dana sumbangan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah untuk rakyat Aceh sebanyak 2 juta dolar AS.

Menurut Fuad yang saat pemerintahan Gus Dur menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 1999-2004 itu, jatuhnya Gus Dur dikarenakan mengeluarkan maklumat atau yang lebih dikenal dekrit presiden pada 23 Juli 2001, dimana isinya membekukan MPR dan DPR, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, dan membekukan Partai Golkar.

Dekrit itu dikeluarkan Gus Dur Senin dini hari sekira pukul 01.30.

Jadi bukan karena Buloggate atau Bruneigate, tapi karena kita dibubarin sebagai lembaga legislatif, maka besok (pagi menjelang siang) sidang (istimewa), demikian Fuad.

Hal tersebut berbeda dengan pandangan mantan Jurubicara Gus Dur, Adhie Massardi yang menyebut lengsernya Gus Dur karena konflik politik antara Megawati dan Gus Dur.

"Dekrit itu merupakan respons, tapi ini (lengsernya Gus Dur) 100 persen pertarungan politik antara presiden dan wakil presiden, memanfaatkan situasi kritis di parlemen," kata Adhie dalam acara yang sama.

Selain Fuad Bawazier dan Adhie Massardi, turut hadir pembicara lain seperti mantan Menko Ekuin era Gus Dur, Rizal Ramli; mantan ketua pansus Buloggate dan Bruneigate, Bachtiar Chamsyah; MS Kaban; wartawan senior, Teguh Santosa; dan peneliti sekaligus pengamat politik, Eep Saefulloh Fatah. []

Artikel Asli