Sejumlah Persoalan Disampaikan Para Kades Cilacap Kepada Ganjar Pranowo saat Rembug Desa

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 17:26
Sejumlah Persoalan Disampaikan Para Kades Cilacap Kepada Ganjar Pranowo saat Rembug Desa

CILACAP, AYOSEMARANG.COM -- Kesulitan mengedukasi warga untuk patuh protokol kesehatan menjadi satu persoalan yang dibahas dalam acara Rembug Desa, Kamis 22 Juli 2021.

Rembug Desa yang diikuti 227 Lurah/Kades se Kabupaten Cilacap ini menjadi edisi ketiga, setelah Banjarnegara dan Rembang.

Kegiatan yang dihadiri langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut dilaksanakan daring di Pendapa Kabupaten Cilacap.

Rata-rata warga merasa jenuh. Ada juga yang beralasan karena aktivitasnya di sawah jadi merasa bebas tidak pakai masker, ujar Kades Padangsari, Mahruri.

Hal senada disampaikan Kades Karangtengah, Suhartono dan Kades Pesawahan, Wasito. Meski sudah sering diedukasi dan disosialisasi, namun sekitar 50 persen warganya tidak taat prokes.

Sulit sekali memberikan penyadaran pada masyarakat untuk menerapkan prokes. Sulit sekali. Padahal kami sudah keliling membagikan masker dan sosialisasi, imbuhnya.

Selain itu, beragam persoalan lain juga disampaikan oleh kades-kades se Cilacap pada Ganjar. Ada Kades yang wadul soal kesulitan menata pasar, meminta izin membuka tempat pariwisata hingga meminta vaksin dan meminta tambahan tenaga medis.

Gubernur Ganjar mengatakan, rembug desa memang bertujuan menggali persoalan faktual di masyarakat. Menurutnya pandemi Cobvid-19 tidak bisa dilawan hanya dengan data yang ada di laporan pejabat.

Namun harus didahului dengan mendengar suara masyarakat di setiap level.

Terkait sulitnya edukasi pada masyarakat, ada problem lain yang disampaikan kades, di antaranya ada masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19 dan tidak percaya vaksin. Dua masalah itu lanjut Ganjar harus segera diselesaikan.

Ini catatan buat kita semua dan kita harus bantu. Camat, Babinsa/Bhabinkamtibmas serta Dinkes harus turun membantu memberikan edukasi. Kalau perlu dengan testimoni-testimoni yang baik, katanya.

Menurut Ganjar, para kades di Cilacap sudah mampu melaksanakan tugas pendataan pasien, pemenuhan kebutuhan makan warga yang terdampak Covid-19, dan pelaksanaan Jogo Tonggo.

Semua Kades juga melaporkan telah mengoptimalkan anggaran 8 persen dari dana desa untuk penanganan pandemi.

Tadi saya tes, mereka paham berapa yang sakit, berapa ibu hamil, berapa yang resiko tinggi. Tahu detil bahkan presisi. Maka kalau nanti ada bantuan-bantuan dari pemerintah termasuk obat dari TNI/Polri, saya minta Kades-Kades itu diajak bicara, karena mengetahui persis kondisi di wilayahnya, katanya.

Artikel Asli