Meski Pandemi, BPIP Terus Dorong Pembentukan Paskibraka

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 15:58
Meski Pandemi, BPIP Terus Dorong Pembentukan Paskibraka

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berharap pandemi Covid-19 tidak menghambat regenerasi pemimpin bangsa.BPIP ingin programPembinaan Ideologi Pancasila (PIP) kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tetap berjalan sesuai rencana.

Menurut Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agristina, program PIP di tiap daerah terus maju meski dihantam pandemi. Ada daerah yang sudah menjalankan diklat, ada yang sedang mempersiapkan serta hal lain.

"Mungkin ini yang dibutuhkan adik-adik saat ini, yaitu tetapbisa berkarya di tengah pandemi. Dan tentu ini menambah semangat dan imunitas mereka," kata Rima, saat memberi arahan dalam Rapat SosialisasiPIP melalui Program Paskibraka Tahun 2021, yang digelar secara daring.

Rapat ini diikuti pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pejabat Dinas Kepemudaan dan Olahraga,serta Dinas Kesbangpol Kabupaten/Kota, dan Provinsi. Selain itu dihadiri juga oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP M Akbar Hadiprabowo.

Rima menambahkan, pandemi Covid-19 saat ini memang sedang mengganas. Namun di tengah pandemi sekali pun, seorang ibu tidak akan menahan kelahiran bayi yang dikandungnya. Ia berharap ini menjadi teladan. Ibu Pertiwi tidak boleh menahan calon lahirnya para pemimpin. Karena itu, ada atau tidak upacara 17 Agustus yang digelar offline, proses pembentukan Paskibraka harus tetap dilaksanakan di seluruh Indonesia.

"Di tengah keterbatasan kita mempersiapkan kelahiran calon pemimpin itu melalui PIP untuk adik-adik Paskibraka," papar Rima.

Duta Pancasila sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Minimal mereka bisa memberi semangat optimisme kepada teman-teman sebaya. Selain itu, juga bisa menghadang hoaks dan mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Karena itu, ia berharap pembentukan Paskibraka tetap bisa dilaksanakan dengan memenuhi protokol Covid. Jangan sampai ditunda atau ditiadakan. "Silakan lakukan penyesuaian. Misalnya menggelar secara online dan lain sebagainya. Nanti mungkin saat pandemi sudah mulai mereda bisa melakukan perekrutan secara fisik," beber Rima.

Rima menjelaskan, para pemimpin di daerah memberi pemahaman dan semangat kepada para calon Paskibraka. Bahwa tugas Paskibraka tidak hanya menaikkan dan menurunkan bendera saat upacara. Tapi mereka adalah calon pemimpin Indonesia masa depan. "Program Paskibraka tidak terkait apakah ada upacara atau tidak. Jadi upacara tetap dilaksanakan walau secara daring," ujarnya.

Sementara ini, lanjut Rima, dari informasi yang didapat dari Sekretariat Presiden, Upacara 17 Agustus di Istana tetap digelar seperti biasa dengan peserta terbatas. Sementara upacara di provinsi dan kabupaten/kota masih menunggu surat edaran dari Kemenpora. "Kemenpora akan rapat dengan Setpres untuk memutuskan," tuntasnya.

Seperti diketahui, Paskibrakatahun ini selain bertugas mengibarkan bendera pusaka, juga akan dikukuhkan sebagai Duta Pancasila setelah mengikuti internalisasi dan PIP. Program ini amanah dan implementasiPeraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2021 dan Peraturan BPIP Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pembinaan Ideologi Pancasila pada Generasi Muda Melalui Program Pasukan Pengibar Bendera. [ BCG ]

Artikel Asli