Makna Kurban di Tengah PPKM Darurat Ala Tokoh di Tulungagung

jatimtimes.com | Nasional | Published at 22/07/2021 15:58
Makna Kurban di Tengah PPKM Darurat Ala Tokoh di Tulungagung

TULUNGAGUNGTIMES - Hari Raya Idul Adha dikenal masyarakat muslim sebagai hari raya kurban, karena puncak hari raya tersebut ditandai dengan menyembelih hewan kurban seperti kambing dan sapi.

Diketahui, hari raya Idul Adha tahun ini bersamaan dengan aturan pemerintah tentang PPKM Darurat Jawa - Bali, yang mana secara normatif perayaannya juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Karena berbeda, banyak tokoh masyarakat di Kabupaten Tulungagung yang mempunyai pendapat dalam mengartikan hari raya kurban di tengah PPKM Darurat tanpa mengurangi esensi dari hari besar itu.

"Makna kurban adalah ikhlas termasuk memaknai pandemi ini, mematuhi prokes adalah bentuk ikhtiar dalam berkurban," kata salah satu anggota DPRD Tulungagung fraksi PKB Choirurrohim, Kamis (22/07/2021).

Menurut pria yang akrap disapa Gus Kerur ini, kurban di tengah PKKM Darurat yang jelas menambah keimanan kita kepada Allah SWT, karena kurban pada tahun ini kurban secara lahir dan batin.

Kurban lahir, ditandai dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing dan sapi, sedangkan kurban secara batin adalah niat untuk menghadapi pandemi covid-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Terpisah, anggota DPRD Tulungagung yang juga Ketua Fraksi PDIP Susilowati mengatakan, makna perayaan Idul Adha sebagai momentum berbagi kebaikan ke sesama apalagi di tengah PPKM Darurat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengorbanan terhadap sesama.

"Pandemi covid-19 telah berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat, ini moment tepat untuk melakukan pengorbanan," jelas Susi.

Menurut Susi, momen Idul Adha kali ini, merupakan momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa, dan lebih meningkatkan ketakwaan.

"Semangat kurban ini mampu menciptakan suasana, rukun, aman dan damai," tutupnya.

Artikel Asli