Warga Dusun Jengkol Limbangan Akhirnya Merasakan Daging Sapi Kurban

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 16:00
Warga Dusun Jengkol Limbangan Akhirnya Merasakan Daging Sapi Kurban

LIMBANGAN, AYOSEMARANG.COM -- Lokasi dipinggiran Kabupaten Kendal dan kondisi ekonomi warga yang masih jauh dari sejahtera, membuat warga Dusun Jengkol Desa Kedungboto Limbangan Kendal belum pernah merasakan daging sapi kurban. Meski setiap Iduladha ada yang berkurban tapi hanya kambing ataupun domba.

Iduladha tahun ini sebanyak 170 keluarga dengan jumlah penduduk 500-an jiwa akhirnya bisa berkurban sapi bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (DT Peduli).

Tokoh masyarakat Dusun Jengkol, Khoirul Umam menerangkan, kondisi ekonomi warga Jengkol masih jauh dari sejahtera. Letak geografis dusun ini di pinggiran Kabupaten Kendal yang berbatasan dengan Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung.

Warganya hanya mengandalkan penghasilan dari bertani dan berkebun setiap harinya. Sementara jarak tempuh menuju Kota Kendal atau Kota Semarang terlampau jauh untuk dijangkau semua orang.

"Warga sini belum pernah kurban sapi. Paling hanya domba kecil-kecil gak lebih dari 5 ekor dibagikan ke semua warga. Kalau untuk merasakan daging sapi saja, belum tentu sekali setahun. Bahkan sejak pandemi ini, sekali dalam dua tahun," terangnya, Kamis 22 Juli 2021.

Tercatat, setidaknya masyarakat Jengkol baru 4 kali bisa merasakan kurban sapi. Semua itu terjadi dalam beberapa tahun lalu, melalui bantuan dari pihak-pihak tertentu. Pada pandemi 2020 lalu, kata Khoirul, warga Dusun Jengkol kembali gigit jari karena tak ada donatur hewan kurban. Mereka pun hanya bisa mengandalkan domba yang ada untuk dibagikan merata ke semua penduduk.

"Ekonomi di sini masih proses berkembang. Kita sangat senang karena ada lagi sumbangan sapi di momen kurban kali ini. Karena masyarakat sangat jarang makan daging sapi. Kita berharap program ini bisa terus menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal, termasuk bantuan untuk mengembangkan usaha warganya," tuturnya.

PJ penyaluran hewan kurban BPKH DT Peduli, Jadi Supriyo mengatakan, tahun ini DT Peduli Jateng bersama BPKH hanya menyalurkan hewan kurban di dua daerah. Satu tempat di Dusun Jengkol, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Dan satu hewan kurban disalurkan di Kabupaten Rembang.

Jadi menerangkan, penyaluran hewan kurban ini merupakan program kemaslahatan yang menjangkau masyarakat pelosok atau pinggiran daerah, terutama dengan kondisi ekonomi yang tertinggal.

Khusus di Kabupaten Kendal ini, lanjutnya, hewan kurban yang disalurkan berupa sapi dengan berat 6 kuintal atau lebih dari setengah ton. Ia berharap, bantuan ini bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan setelah terdampak pandemi Covid-19.

"Kita tentukan daerah pelosok karena di dalamnya masyarakat membutuhkan. Jadi kebermanfaatan program benar-benar sampai. Karena kita menyasar masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang minim," ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan sapi kurban, BPKH dan DT Peduli juga memberikan perlengkapan protokol kesehatan dan besek sebagai tempat daging kurban. Dengan harapan, masyarakat juga teredukasi agar tetap menjaga lingkungan dan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Kami juga berterimakasih kepada semua warga yang membantu kami. Semoga ini bisa berlanjut terus untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya di pelosok desa.

Artikel Asli