Perokok Perempuan Bisa Alami Masalah Reproduksi, dari Menstruasi hingga Kehamilan

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 15:11
Perokok Perempuan Bisa Alami Masalah Reproduksi, dari Menstruasi hingga Kehamilan

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Jumlah perokok perempuan juga meningkat secara signifikan. Efek rokok pada perempuan juga bisa memicu berbagai masalah, salah satunya reproduksi.

Melansir dari Healthshots, merokok memengaruhi gejala pramenstruasi pada perempuam. Penelitian telah menunjukkan ada peningkatan 50% gejala pramenstruasi yang parah seperti kram.

Perempuan yang merokok mengalami masalah pramenstruasi yang berlangsung 2 hari atau lebih dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Pada rokok, ada lebih dari 7.000 bahan kimia yang dihirup selama merokok. Beberapa di antaranya berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi perempuan.

Kandungan butadiena dan benzena dapat mengurangi kesuburan pada perempuan. Bahan kimia ini mengurangi kemungkinan ovulasi dan mengurangi mobilitas sel telur yang berjalan melalui tuba falopi ke dalam rahim. Kondisi ini menghasilkan kehamilan ektopik (janin berkembang di luar rahim).

Kehamilan ektopik selalu berakibat fatal bagi janin dan dapat mengancam nyawa ibu. Perempuan yang merokok juga lebih berisiko mengalami kegugura.

Tak hanya reproduksi, merokok bagi perempyan juga berisiko pada keturunannya. Jika ibu merokok, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah lebih tinggi. Ada juga risiko paru-paru yang gagal berkembang dengan baik selama periode perkembangan janin.

Ada juga kemungkinan cacat lahir yaitu, seperto bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.

Selain itu, ASI dapat mengandung nikotin dan ada kemungkinan sindrom kematian bayi mendadak yang lebih tinggi pada bayi yang ibunya merokok.

Artikel Asli