Vaksinasi Massal OJK Tegal, Sasar Pegawai IJK hingga Nasabah

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 14:56
Vaksinasi Massal OJK Tegal, Sasar Pegawai IJK hingga Nasabah

TEGAL, AYOSEMARANG.COM -- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menggelar vaksinasi massal untuk pegawai Industri Jasa Keuangan (IJK) di Kota Tegal.

Vaksinasi yang berlokasi di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Harapan Anda ini juga menyasar keluarga pegawai IJK hingga para nasabah.

Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto mengatakan, vaksinasi massal tersebut akan berlangsung hingga Sabtu, 24 Juli 2021. Ada sebanyak 1.770 orang yang menjadi sasaran vaksinasi massal ini, di antaranya pegawai IJK sekaligus keluarga dan para nasabah.

"Di Kota Tegal ini yang pertama. Jumlahnya ada 1.770 orang. Jadi sasarannya semua pegawai IJK di Kota Tegal, keluarganya dan juga nasabah," katanya.

Selanjutnya, kata Ludy, vaksinasi massal akan berlanjut ke wilayah Kota Pekalongan dan seluruh wilayah di eks Karesidenan Pekalongan denga jumlah sasaran ada 5. 970 orang.

Menurutnya, vaksinasi massal tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

"Ini ikhtiar kita untuk mendukung percepatan vaksinasi. Jadi kami targetkan agar pegawai IJK di wilayah eks Karesidenan Pekalongan 100% sudah divaksin," ujarnya.

Dengan begitu, Ludy berharap, pandemi Covid-19 agar segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sangat mengapresiasi langkah OJK Tegal yang ikut mendukung percepatan vaksinasi Pemkot Tegal.

"Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada OJK Tegal. Sehingga karapan kita, pada bulan Oktober capaian vaksinasi Kota Tegal sudah 99%," tuturnya.

Dedy Yon juga membeberkan, bahwa sudah hampir 80.000 warga Kota Tegal sudah disuntik vaksin Covid-19.

"Jumlah penduduk Kota Tegal ada 200.087 jiwa, sedangkan jumlah jiwa yang memenuhi kriteria vaksinasi ada 200.021. Dan Alhamdulillah sasaran capaian kita sudah hampir 80.000 sudah divaksin. Jadi masih ada 130.000 lagi. Mudah-mudahan Oktober selesai," ujarnya.

Artikel Asli