Sambut Kedatangan 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Menag: Vaksinasi Merupakan Penjabaran Dari Ajaran Agama

rmol.id | Nasional | Published at 22/07/2021 14:28
Sambut Kedatangan 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Menag: Vaksinasi Merupakan Penjabaran Dari Ajaran Agama

RMOL.Ketersedian vaksin Covid-19 Indonesia kembali bertambah, karena kembali kedatangan vaksin Sinovac sebanyak delapan juta dosis dalam bentuk bahan baku.

Vaksin asal China ini merupakan kedatangan tahap ke-29 yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis siang ini (22/7).

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang mewakili pemerintah menyambut kedatangan vaksin Sinovac ini menyebut vaksin sebagai satu langkah melewati ujian pandemi yang dirasakan banyak dunia.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, pemerintah sudah menargetkan program vaksinasi sebanyak dua juta orang sehari di bulan Agustus. Tentu ini membutuhkan pasokan vaksin yang cukup," ujar Yaqut dalam siaran kalan Youtube Sekretariat Presiden.

Mantan Ketua GP Anshor ini meyakini, kedatangan vaksin tahap ke-29 ini akan mendorong percepatan program vaksinasi secara nasional.

Tapi menurutnya, program vaksinasi tidak akan bisa berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat luas. Sehingga, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para tokoh agama serta pimpinan ormas dan lembaga keagamaan untuk terus bersama-sama menyukseskan program ini, dengan proaktif mendatangi pusat-pusat vaksinasi dan membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara luas.

"Program vaksinasi ini merupakan penjabaran dari ajaran agama kalau kita mau gali lebih dalam lagi, karena setiap umat yang beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia Tuhan yang paling besar," tuturnya.

"Menjaga kehidupan adalah langkah yang paling mulia agar kita bisa selalu mengagungkan Tuhan lebih lama sepanjang hidup kita di dunia. Sehingga program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah ini sejalan dengan spirit kita dalam beragama untuk menjaga keberlanjutan kehidupan, demikian Yaqut. []

Artikel Asli