Pengamat Puji BUMN Gercep Tangani Pandemi Corona

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 14:28
Pengamat Puji BUMN Gercep Tangani Pandemi Corona

Pengamat Komunikasi, Fatimah Ibtisam mengapresiasi, langkah BUMN yang tanggap dalam penanganan pandemi Covid-19. Sejak awal pandemi, BUMN menjadi salah satu motor utama pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

Tisam mencatat langkah tanggap BUMN itu sudah terlihat sejak awal pandemi menghantam Wuhan. Saat itu, sejumlah BUMN memberikan bantuan ke luar negeri pada WNI yang terdampak.

Saya mencatat sejak Februari 2020, BUMN sudah bergerak mengirimkan bantuan, khususnya pada WNI yang terdampak, ujarnya, Kamis (22/7).

Saat pandemi melanda Indonesia pun, Kementerian BUMN cepat mengkoordinasikan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Salah satunya, cepat membuka sejumlah rumah sakit darurat, seperti di Wisma Atlet.

Selain itu, sejumlah hotel milik BUMN juga dialihfungsikan sebagai rumah sakit tambahan atau tempat istirahat khusus tenaga kesehatan. Bahkan, Kementerian BUMN dinilainya cepat menjalin kerja sama dengan pihak di luar negeri.

Mulai dari kerja sama untuk mendatangkan mesin untuk memproses uji PCR dari Korea Selatan (Korsel), APD (alat pelindung diri) untuk tenaga kesehatan, hingga mengamankan bahan baku vaksin.

Saya kira, langkah yang dilakukan tersebut merupakan langkah proaktif sekaligus reaktif. Proaktis sejak sebelum pandemi melanda, dan reaktif saat pandemi masuk ke Indonesia, ujar pengamat asal Universitas Indonesia itu.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk langkah reaktif yang dilakukan BUMN adalah dengan memberi sejumlah subsidi yang terkait kebutuhan dasar rakyat, seperti listrik. Tak hanya itu, subsidi juga dilakukan sejumlah Bank Himbara untuk membantu usaha dalam negeri yang terdampak akibat pandemi.

"Langkah tanggap BUMN juga terlihat ketika gelombang pandemi kedua menghantam Indonesia pada Juni-Juli 2021," akunya.

Dia menilai, langkah Kementerian BUMN yang cepat dalam mengalihfungsikan oksigen dari untuk kebutuhan produksi perusahaan menjadi konsumsi masyarakat adalah langkah yang efektif.

Langkah cepat terlihat dilakukan sejumlah BUMN seperti Pertamina, PGN, maupun Krakatau Steel terkait penyediaan dan distribusi oksigen. Langkah ini penting sebagai respons atas ancaman kelangkaan oksigen di beberapa rumah sakit, terangnya.

Namun Tisam mengakui, masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya BUMN, di antaranya terkait vaksinasi. Apalagi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta, kebutuhan stok vaksin merupakan hal yang tidak mudah untuk diwujudkan.

Sehingga, dibutuhkan banyak daya dan upaya untuk memastikan ketersediaan vaksinasi, mengingat kendala soal ketersediaan vaksin ini juga dialami hampir seluruh negara di dunia.

Negara membutuhkan waktu untuk memproduksi vaksin secara massal. Karenanya, banyak negara membuka pintu sektor swasta untuk terlibat dalam mengadakan vaksin.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat politik dari Voxpol Research Pangi Syarwi Chaniago menilai, langkah pemerintah terkait penanganan Covid-19 sudah berada pada trek yang tepat.

Dari hasil penelitiannya, masyarakat memberi apresiasi atas kinerja sejumlah kementerian, seperti Kementerian Sosial, Kesehatan, dan BUMN dalam menangani pandemi.

"Dari hasil survei terakhir Voxpol yang dirilis Juni 2021 menunjukkan angka kepuasan pada penanganan pandemi hampir sebesar 60 persen," tutupnya. [ IMA ]

Artikel Asli