Indonesia Kembali Menerima Kiriman Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac

suarasurabaya | Nasional | Published at 22/07/2021 13:25
Indonesia Kembali Menerima Kiriman Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac

Pesawat khusus yang mengangkut delapan juta dosis bahan bakuVaksin Covid-19 Sinovacdari China, siang hari ini, Kamis (22/7/2021), mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kedatangan jutaaan dosis vaksin Covid-19 berbentuk bahan baku itu tercatat sebagai kedatangan tahap ke-29, terhitung sejak Indonesia pertama kali menerima kiriman tanggal 6 Desember 2020.

Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama yang bertugas menyambut kedatangan bahan baku Vaksin Sinovac mengatakan, semua vaksin itu akan segera diolah di PT Bio Farma perusahaan farmasi milik negara.

Begitu selesai proses pengolahannya, jutaan dosis vaksin tersebut dipakai untuk program vaksinasi nasional gratis yang dilaksanakan pemerintah.

Ini merupakan bagian penting menuju herd immunity . Pemerintah mengadakan program vaksinasi untuk melindungi masyarakat, ujarnya dalam keterangan pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Pada kesempatan itu, Menteri Agama meminta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya dan adat, serta organisasi kemasyarakatan, mengajak masyarakat ikut program vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, vaksinasi merupakan bentuk pengamalan ajaran agama. Setiap umat beragama wajib menjaga dirinya dari penyakit, demi keberlangsungan hidup.

Program vaksinasi merupakan penjabaran dari ajaran agama, karena setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup sebagai karunia Tuhan yang paling besar, tegasnya.

Sekadar informasi, dengan tambahan bahan baku sebanyak delapan juta dosis, Indonesia sampai sekarang sudah menerima sebanyak 151,9 juta Vaksin Covid-19 berbagai merek.

Terdiri dari 123,5 juta bahan baku Vaksin Sinovac, tiga juta dosis vaksin siap pakai Sinovac, 14,9 juta dosis Vaksin AstraZeneca, enam juta dosis Vaksin Sinopharm, dan 4,5 juta dosis Vaksin Moderna.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, per tanggal 21 Juli 2021, sudah ada 42,6 juta orang yang mengikuti vaksinasi dari target 208,2 juta penduduk.

Sementara, baru 16,6 juta Penduduk Indonesia yang tercatat sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin.(rid/rst)

Artikel Asli