Mayoritas Pemda Belum Lunasi Insentif Nakes Cak Imin: Ayo Cairkan, Mereka Bertaruh Nyawa untuk Kita Lho...

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 12:21
Mayoritas Pemda Belum Lunasi Insentif Nakes Cak Imin: Ayo Cairkan, Mereka Bertaruh Nyawa untuk Kita Lho...

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyesalkan masih banyaknya Pemerintah Daerah (Pemda), baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang belum melunasi pembayaran insentif untuk para tenaga kesehatan (nakes).

Mengacu pada data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 15 Juli 2021, mayoritas provinsi belum melunasi insentif nakes.

Dari 34 provinsi, hanya Kalimantan Selatan yang sudah membayar seluruh insentif tenaga kesehatan.

Ironisnya lagi, ada provinsi yang tidak menganggarkan insentif untuk nakes Covid-19.

Per 17 Juli, hanya 31 provinsi yang telah menganggarkan insentif tenaga kesehatan, dengan total anggaran untuk para nakes hampir menyentuh angka Rp 2 triliun.

Dari 34 provinsi, hanya 6 provinsi yang telah membayar lebih dari separuh insentif tenaga kesehatan. Yakni Kalimantan Selatan (100 persen), Nusa Tenggara Timur (74,11 persen), Kalimantan Barat (66,01 persen), Jawa Timur (62,08 persen), Banten (58,67 persen), dan Kalimantan Utara (50,13 persen).

Sementara provinsi yang belum melakukan realisasi anggaran insentif bagi nakes yang menangani pandemi Covid-19 di daerah, adalahSulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, dan Bangka Belitung.

Selain itu, juga ada tiga provinsi lainnya yang tidak menganggarkan insentif untuk nakes yaitu Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Di tingkat kabupaten/kota, ada sebanyak 452 kabupaten/kota menganggarkan insentif tenaga kesehatan. Namun, hampir separuh di antaranya belum merealisasikan insentif tersebut.

Hanya ada 6kabupaten/kota yang telah melunasi insentif tenaga kesehatan. Mereka adalah Kota Depok, Kabupaten Pemalang, Kota Palembang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Karena itu, Cak Imin mendorong Pemdauntuk segera merincihambatan apa saja, yang dihadapi dalam merealisasikan anggaran insentif bagi nakes yang bertugas menangani pandemi Covid-19.

Serta terus mendorong Pemdauntuk memastikan pemberian insentif kepada nakes. Selain itu,Cak Imin juga meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempercepat pencairan dana ke Pemda.

"Segera cairkan insentif untuk para nakes. Mereka telah berjuang dengan mempertaruhkan nyawa untuk keselamatan kita semua. Kita tahu sudah lebih dari seribu nakes yang gugur. Jangan sampai, pencairan insentif buat mereka dihambat," kata Gus Muhaimin, Kamis (22/7).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta Pemda yang belum menganggarkan insentif nakes, agar secara cermat merumuskan kebutuhan penganggaran insentif nakes.

Mengingat proses penyesuaian anggaran masih terus dilakukan, karena kebutuhan saat pandemi sangat tinggi. Sehingga, insentif terhadap nakes dapat segera disalurkan tepat sasaran dan tepat waktu.

Selain itu, Cak Imin juga meminta Pemerintah Pusat, agar segera membantu daerah dengan cara memberikan solusi bagi daerah yang kesulitan melakukan realisasi anggaran insentif nakes.

Serta memastikan Pemda sudah membenahi pendataan nakes, yang bertugas menangani Covid-19. Sehingga, insentif nakes dapat segera diberikan.

"Pemerintah Pusat dan Pemda harus meningkatkan koordinasi, sehingga alokasi kebutuhan untuk insentif nakes di setiap daerah valid dan sesuai dengan kebutuhan," pungkas Cak Imin. [HES]

Artikel Asli