Review The Swordsman, Film Debut Joe Taslim di Negeri Ginseng

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 12:41
Review The Swordsman, Film Debut Joe Taslim di Negeri Ginseng

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Film debut Joe Taslim di Negeri Ginseng, Korea Selatan yang berjudul The Swordsman. Film Joe Taslim ini mengambil latar kerajaan Korea yang mampu membuat bangga masyarakat Indonesia.

Pasalnya, Joe Taslim dalam film ini bukan berbahasa Inggris apalagi berbahasa Indonesia, melainkan fasih dalam berbahasa Korea. Selain itu, film yang selesai produksi pada tahun 2017 ini merupakan film pembuka dalam gelaran Korea-Indonesia Film Festival (2020).

Nah, untuk lebih dalam mengenai film ini berikut adalah review film The Swordsman, film yang wajib ditonton jika kalian penggemar film laga.

The Swordsman merupakan film yang disutradarai dan ditulis oleh Choi Jae-hoon. Film besutan Opus Pictures ini menceritakan tentang kisah pendekar pedang di zaman Dinasti Joseon.

Kisahnya dimulai ketika Raja Gwanghaegun yang merupakan Raja Dinasti Joseon digulingkan oleh para kudeta. Ia memiliki seorang pendekar pedang yang sangat dipercayainya bernama Tae-yul yang diperankan oleh aktor kenamaan Jang Hyuk.

Tae-yul diberi kepercayaan besar oleh raja yaitu mengasuh putrinya. Akhirnya selama bertahun-tahun ia hilang meninggalkan kerajaan dan mengasuh putri sang raja.

Selang beberapa tahun dari kudeta tersebut, Dinasti Joseon diambang kehancuran akibat konflik yang terjadi antara Dinasti Qing dan Ming. Gurutai yang merupakan tokoh antagonis diperankan oleh Joe Taslim adalah seorang ketua pendekar dari Kekaisaran Qing.

Ia melakukan tindakan yang semena-mena dengan mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal kepada Dinasti Joseon dan mempunyai obsesi menjadikan dirinya sebagai pendekar pedang yang terbaik.

Bersamaan dengan kekacauan tersebut, Tae-yul kembali muncul di kerajaan. Kemunculannya ke kerajaan atas paksaan putrinya yang bernama Tae-ok yang diperankan oleh Kim Hyun-soo yang sebenarnya adalah seorang putri Raja Gwanghaegun. Tae-ok ingin mengobati mata Tae-yul yang terluka akibat dari pembelaan semasa kudeta terdahulu.

Kejadian semakin memanas kala Gurutai menyekap putri Tae-yul dan menginginkan Tae-yul menemuinya. Akhirnya karena kesetiaan Tae-yul kepada almarhum Raja Gwanghaegun, ia muncul dengan pedang khas yang dimilikinya untuk menyelamatkan putrinya.

Setelah melakukan perlawanan yang sangat sengit Tae-yul berhasil mengalahkan Gurutai tetapi ia harus kehilangan penglihatan total akibat sakit yang tak kunjungi diobati.

Sepanjang film ini kalian akan dibuat kagum oleh akting bela diri para pemain yang apik memainkan pedang.

Fakta lain datang dari Joe Taslim yang mengungkapkan di akun Instagramnya @joe_taslim pada postingan tanggal 26 Maret 2021, bahwa ia belajar tentang pedang dari film ini dan ia sangat berterima kasih kepada seluruh tim Korea Selatan yang mengajarkan skill pedang padanya, serta mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya atas cinta dan dukungan yang diberikan.

Walaupun film ini sudah cukup lama tayang di Indonesia yaitu dimulai pada 29 Oktober 2020 di bioskop. Tetapi, tidak ada salahnya bagi teman-teman yang belum menonton film ini untuk memasukkan film The Swordsman ke dalam list film yang wajib ditonton. ( Rike Setyaningrum Miftakhul Ihsani )

Artikel Asli