Pandemi, Banjarmasin Lahirkan Banyak Janda Muda, 1.237 Perceraian dalam 6 Bulan!

apahabar.com | Nasional | Published at 22/07/2021 12:22
Pandemi, Banjarmasin Lahirkan  Banyak Janda Muda, 1.237 Perceraian dalam 6 Bulan!

apahabar.com, BANJARMASIN Tak hanya Covid-19, angka perceraian di Banjarmasin juga membubung selama pandemi.

Data Pengadilan Agama, hanya dalam rentan Januari hingga Juni 2021 sudah terjadi 1.237 kasus perceraian.

Bicara tingginya perceraian hingga pertengahan tahun, angkanya bahkan melebihi capaian semester pertama tahun lalu.

Humas Pengadilan Agama Banjarmasin Kelas IA, H Bahtiar tak menampik jika pasangan yang bercerai dominan usia 20-40 tahun.

Jumlah perkara perceraian di 2021 paling tinggi di Juni 2021 ada 294 perkara, ujarnya.

Angka perceraian selama 6 bulan di 2021 itu jelas meningkat ketimbang tahun lalu. Untuk tahu saja, sepanjang 2020 hanya 2.010 kasus perceraian.

Kalau seperti ini terus ditambah enam bulan ke depan jelas lebih parah dari tahun lalu, tuturnya.

Ada sederet faktor tingginya angka perceraian di ibu kota Kalsel. Antara lain, faktor ekonomi. Dominan kaum hawa yang minta cerai.

Bisa dikatakan hampir 60 sampai 70 persen, ucapnya.

Tingginya perceraian di Banjarmasin juga dipengaruhi ketidaknyamanan atau tak akurnya pasangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Ditambah faktor ekonomi jadi penyebab putusnya hubungan rumah tangga, dan sedikit banyak akibat kungkungan pandemi Covid-19.

Ada yang sudah 15 atau 20 tahun berumah tangga, selain faktor ekonomi juga munculnya ketidakcocokan dalam rumah tangga, imbuhnya.

Namun, ekonomi mapan belum tentu bisa menjamin suatu rumah tangga akan bertahan.

Dari beberapa perkara meski berpenghasilan tetap, juga ada yang mengajukan perceraian, ungkapnya.

Namun begitu, tak semua gugatan atau permohonan perceraian berakhir dengan perpisahan.

Sebab masih banyak perkara yang masuk bisa didamaikan oleh mediator kami, ujarnya.

Pandemi Covid-19, Janda di Banjarmasin Menurun

Artikel Asli