Cerita Penyintas Covid `Alumni` RSDC Wisma Atlet dan Kegigihan Nakes yang Bertugas

sindonews | Nasional | Published at 22/07/2021 11:53
Cerita Penyintas Covid `Alumni` RSDC Wisma Atlet dan Kegigihan Nakes yang Bertugas

JAKARTA - Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat disulap menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) sejak pandemi melanda Indonesia. Mereka yang pernah dirawat di sini, mengapresiasi kegigihan para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas.

Kegigihan para nakes di RSDC Wisma Atlet itu saya saksikan sendiri, selama dirawat di sana. Cerita ini berawal saat pada 12 Juni 2021, saya memberanikan diri mendatangi RSDC Wisma Atlet Kemayoran untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut terkait Covid-19. Hal ini lantaran pada dua hari sebelumnya saya sekeluarga terkonfirmasi positif Covid-19.

Kala itu, ibu saya mengalami gejala seperti mata merah, demam, badan lemas, ruam pada kulit, pusing, dan batuk menohok disertai anosmia. Sedangkan saya mengalami gejala demam, lemas, kepala berkunang-kunang, diare, sesak napas dan anosmia.

Malam hari itu, saya mendatangi RSDC Wisma Atlet di Kemayoran. Tiba di sana, kami diarahkan untuk menuju Tower 6 dan melakukan pendaftaran di Lobi Tower 6. Ada sekitar tiga tenaga kesehatan (nakes) yang melayani pendaftaran.

Pendaftaran dimulai dengan memberikan dokumen berupa surat hasil PCR yang tertulis positif dan kartu tanda pengenal. Lalu, calon pasien juga diharapkan dapat membawa surat rujukan dari dokter setempat apabila gejala dirasa sudah bertambah parah.

Kemudian, dilakukan pemeriksaan denyut nadi dan diberikan pertanyaan seputar gejala Covid-19 sekaligus diperiksa apakah pasien memiliki komorbid. Selama kurang lebih dua jam saya menunggu untuk mendapatkan kamar, nyatanya masih dilakukan tahap selanjutnya yakni pengambilan sampel darah dan EKG.

Kurang lebih 30 menit menunggu, akhirnya saya diberikan kamar di Lantai 18 Tower 6. Setiap ruangan terdiri dari dua kamar. Satu kamar berisi dua bed, satunya lagi single bed.

Fasilitas lainnya ialah toilet yang dilengkapi air panas, AC, ruang tamu beserta Wi-Fi 24 jam. Ada juga wastafel dan tempat menjemur baju.

Selama sepuluh hari, pasien diharapkan melakukan aktivitas masing-masing seperti dalam hal pengambilan makanan, snack dan obat-obatan di depan poliklinik atau depan ruang perawat.

Untuk jadwal pengambilan makanan dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 12.00 WIB, dan malam pukul 18.00 WIB. Makanan diberikan bersama obat-obatan sebanyak tiga kali sehari. Sementara, snack atau makanan ringan diberikan pukul 08.00 WIB. Semua informasi terkait pelayanan dilakukan melalui jalur koordinasi menggunakan Grup WhatsApp (WA).

Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran adalah melakukan olahraga di lapangan seperti voli, sepak bola, lari, atau senam dengan musik. Bisa pula sekadar berjemur pada pagi harinya.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran turut menyediakan tim psikologi kesehatan mental untuk memberikan motivasi kepada pasien agar dapat segera pulih. Perawat juga membuka layanan konseling psikologi online (telekonseling) setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB dan pelayanan psikologi tatap muka (visit) setiap Senin dan Kamis mulai pukul 09.00-13.00 WIB.

Pada hari kesepuluh, beberapa pasien akan melakukan tes swab PCR, untuk mengetahui kondisi terkini, apakah sudah negatif dan boleh pulang ke kediamannya masing-masing atau tidak. Hasil tes akan diberikan setelah 1x24 jam.

Setelah hasil tes menunjukkan negatif, dokter akan merekomendasikan pasien untuk pulang dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Pada hari berikutnya, pasien diberikan surat pulang yang berisi hasil tes PCR beserta surat keterangan telah melakukan isolasi mandiri di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Apresiasi Nakes

Kegigihan tenaga kesehatan di Wisma Atlet patut diacungi jempol. Walaupun jumlah perawat dan dokter yang terbatas, tidak menjadi halangan untuk memberikan berbagai pelayanan kepada pasien Covid-19.

"Kami (perawat) yang berjaga di setiap lantai dengan jumlah pasien Covid-19 mencapai 70 orang hanya dua orang dan dokter tidak dapat standby karena bertanggung jawab untuk tiga lantai," kata seorang perawat.

Beberapa pasien pun turut memberikan ucapan terima kasih kepada para nakes dan dokter yang telah merawat mereka untuk sembuh dari virus Covid-19. "Terima kasih banyak untuk perawat dan dokter yang tetap semangat merawat dan menyemangati kita selama di Wisma Atlet Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan. Untuk teman-teman yg masih dirawat smg lekas negatif dan secepatnya bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Aamiin yra ????," tulis Fathatunisa, salah satu pasien Covid-19 yang telah sembuh.

"Alhamdulillah malam ini saya sudah boleh pulang. Saya mau mengucapkan banyak terima kasih untuk dokter, perawat yang selama ini sudah merawat saya dengan baik, semoga Allah balas semua kebaikan perawat yang sudah tulus membantu. Untuk semua teman2 yang masih dirawat, tetap semangat, optimis kalau kita bisa sembuh dan tetap positif thinking ya.Semangat sembuh semuanya, ????????????," tulis Dinda.

"Terima kasih untuk para perawat yg telah merawat dan menyemangati kita mudah"an diberikan kesehatan dalam menjalani tugasny dan untuk teman" yg masih dirawat tetap semangat dan cepat bisa pulang," ucap Yovi Nazar.

Artikel Asli