Siapkan 7,58 T, Pemerintah Kasih Diskon Listrik Sampai September

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 12:07
Siapkan 7,58 T, Pemerintah Kasih Diskon Listrik Sampai September

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,58 triliun untuk memberikan diskon tarif listrik selama 9 bulan atau hingga September 2021, dengan sasaran 32,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari, dalam diskusi stimulus listrik yang digelar ruangenergi.com, di Jakarta, Kamis (22/7).

Ida menjelaskan, skema program diskon tarif listrik tersebut. Pada Kuartal I-2021, diberikan diskon 100 persen untuk pelanggan rumah tangga, bisnis, dan industri kecil dengan daya 450 VA. Kemudian pada kuartal II dan III diskon diberikan sebesar 50 persen.

Lalu, diskon sebesar 50 persen diberikan kepada pelanggan rumah tangga kapasitas 900 VA pada Kuartal I-2021, dan pada Kuartal II dan III, diskon diberikan sebesar 25 persen untuk golongan ini.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan rekening minimum dengan sasaran 1,14 juta pelanggan. Skema yang diterapkan yaitu diskon 100 persen untuk pelanggan bisnis, industri, dan sosial di sepanjang Kuartal I-2021.

Kemudian untuk Kuartal II dan III, pelanggan golongan sama mendapat diskon tarif minimal 50 persen. "Total anggaran yang disiapkan Rp1,69 triliun untuk golongan ini," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Bob Saril memastikan pihaknya siap mengeksekusi program perpanjangan stimulus bagi pelanggan rumah tangga hingga industri.

Hal ini dilakukan untuk mensukseskan perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini berganti nama jadi PPKM Level 4.

Dukungan PLN terhadap kesuksesan program stimulus ini dimulai dengan memastikan kehandalan pasokan dan kehandalan cadangan listrik. Dengan begitu, tidak ada pemadaman listrik yang terjadi saat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah.

"Untuk jaga kehandalan itu pertama kita harus sediakan suatu layanan yang cukup dari sisi daya dan ada spare (cadangan) yang memadai," ungkap Bob.

Saat ini, diungkapkan Bob, kapasitas pembangkit listrik PLN secara nasional mencapai 62.915 mega watt dengan total pelanggan mencapai 80,4 juta. Dengan kapasitas tersebut dipastikan tidak ada kekurangan pasokan listrik, khususnya bagi pelanggan rumah tangga dan industri.

Kami merespon dan siap melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatan dari rumah, work from home, maupun belajar dari rumah, sehingga kita harus jaga kehandalan jaringan listrik, agar tidak ada gangguan kelistrikan," tuturnya.

Selain itu, kesiapsiagaan PLN untuk mendukung program PPKM Darurat serta perpanjangan program stimulus adalah dengan menyiapkan posko-posko yang tersebar di berbagai wilayah untuk merespon segala kejadian di sektor pasokan kelistrikan.

Posko ini beroperasi 724 jam, dengan menyiagakan personil dan juga peralatan yang dibutuhkan. Ketika terjadi pemadaman atau masalah pasokan listrik, maka akan langsung direspon.

PLN juga memastikan pasokan listrik untuk rumah sakit yang sedang berjibaku dengan para pasien Covid-19 tidak akan bermasalah. Begitu juga dengan pasokan listrik untuk perusahaan produsen oksigen medis.

"Khusus rumah sakit dan perusahaan penyedia oksigen yang saat ini kebutuhan tinggi, PLN akan fokus menjaga pasokan (listrik). Kami siap berjaga 24 jam x 7 hari tidak berhenti," tandas Bob. [NOV

Artikel Asli