PPKM Darurat, Penumpang Pesawat di Semarang Turun Sampai 85 Persen

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 11:41
PPKM Darurat, Penumpang Pesawat di Semarang Turun Sampai 85 Persen

SEMARANGBARAT, AYOSEMARANG.COM -- PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat adanya penurunan jumlah penumpang pesawat dan pergerakan pesawat saat PPKM Darurat. Adanya penurunan tersebut dibandingkan dengan periode waktu yang sama di bulan Juni 2021.

Terhitung dari tanggal 5 - 20 Juni kemarin, jumlah penumpang sebanyak 61.399 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 27.781 orang dan penumpang berangkat sebanyak 33.618 orang sedangkan total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 661.

Sedangkan pada periode masa PPKM yaitu tanggal 5-20 Juli 2021 jumlah penumpang sebanyak 6.437 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 2.605 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.806 orang, untuk total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 168. Sehingga secara prosentase terjadi penurunan penumpang sebanyak 89,5%

"Dengan adanya penurunan pergerakan pesawat dan penumpang ini menandakan adanya kesadaran masyarakat untuk menunda perjalanan sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan penerapan kebijakan PPKM," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto dalam keterangan yang didapat, Kamis, 22 Juli 2021.

Adapun sebagai langkah terus mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menerapkan pengetatan pemeriksaan syarat perjalanan.

Adapun ketentuan yang berlaku bagi pelaku perjalanan dalam negeri dari dan menuju Pulau Jawa & Bali. Yang mana wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam. Langkah tersebut dilanjutkan sampai dengan 25 Juli 2021.

'Kami mengimbau kepada masyarakat , jika memang terpaksa harus melaksanakan perjalanan, pada saat ini diwajibkan mematuhi dan mempersiapkan persyaratan yang berlaku dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga kita bisa bersama-sama melindungi diri sendiri dan juga orang lain di sekitar kita," katanya.

Artikel Asli