Dampak Penerapan PPKM Darurat di Kota Semarang Angka Covid-19 dan Kematian Menurun

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 10:56
Dampak Penerapan PPKM Darurat di Kota Semarang Angka Covid-19 dan Kematian Menurun

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Sudah dua minggu lebih Kota Semarang berjalan dengan berbagai pembatasan karena kebijakan PPKM Darurat.

Pada Selasa 20 Juli 2021 kemarin, Presiden Joko Widodo menyampaikan jika PPKM ini diperpanjang sampai 26 Juli. Dalam perpanjangan itu ada yang berbeda yakni penyebutan PPKM di setiap daerah yang dibedakan berdasarkan level.

Kota Semarang dalam hal ini masuk dalam level 4. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu 21 Juli 2021 menyampaikan jika alasan Kota Semarang masuk level 4 karena angka kematian masih belum masuk dalam standar angka yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Meskipun angka kematian kita turun sampai 6,2 persen. Namun penetapan nasional harus 5 persen, terang Hendrar Prihadi yang lebih akrab disapa Hendi tersebut.

Kendati demikian Hendi membeberkan jika sampai 20 Juli 2021 kemarin angka Covid-19 di Kota Semarang jauh lebih baik. Jika pada 3 Juli berada di angka 2.349 namun kini sudah turun menjadi 1.892.

Hendi juga memaparkan kondisi Bed Occupancy Ratio (BOR) di setiap rumah sakit. Dia membandingkan jika di pada 4 Juli, rumah sakit penuh. Persentase BOR-nya bahkan sampai 94 persen dan ICU mencapai 96 persen.

Namun kini BOR sudah 57 persen. ICU-nya meskipun masih terhambat di angka 84 persen namun kami sudah membuat solusi dengan membuat isolasi terpusat dan hasilnya BOR-nya tinggal 24 persen, papar Hendi.

Beberapa waktu yang lalu, Hendi mengaku bahwa dia sudah mengecek ke 21 rumah sakit di Kota Semarang. Masih ada 3 rumah sakit yang posisinya penuh, yakni di Rumah Sakit Permata Medika, Telogorejo, dan Panti Wilasa. Namun selebihnya, lanjut Hendi, semua sudah memiliki cadangan kamar meskipun ICU-nya masih sibuk.

Artinya ini sebuah kemajuan. Kita tahu 2-3 minggu lalu antreannya sampai IGD. Namun saat ini IGD-nya clear, tidak ada penumpukan lagi, sambungnya.

Kemudian untuk tingkat kematian, pada 3 Juli lalu dalam seminggu rata-rata yang meninggal sampai 340 jiwa, namun dalam seminggu terakhir sudah turun menjadi 271. Meski begitu, angka ini belum cukup untuk mengatakan Semarang aman.

Sementara untuk angka isolasi mandiri, kata Hendi saat ini sudah turun menjadi 500. Angka ini sudah menurun drastis dari yang awalnya mencapai 4 ribuan. Dalam hal ini Hendi juga mengucapkan terima kasih pada TNI-Polri yang sudah membantu dari akar rumput.

Kemudian juga warga yang saling mengaktifkan lumbung kelurahan dan Jogo Tonggo. Saya mengapresiasi penuh karena saling bahu-membahu ikut andil dalam penanganan Covid-19 di Kota Semarang, tutupnya.

Artikel Asli