Korem 143/HO Bergerak Bagi Bansos di Sultra

rakyatku | Nasional | Published at 22/07/2021 08:01
Korem 143/HO Bergerak Bagi Bansos di Sultra

RAKYATKU.COM -- Masih dalam nuansa lebaran Iduladha, Korem 143/HO menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak PPKM.

Di tengah cuaca Kendari yang kurang bersahabat karena rintik hujan, Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie A Siahaan melepas anggota Korem untuk membagikan bansos berupa bahan makanan kepada masyarakat, Rabu (21/7/2021).

Pelaksana harian Kapenrem Rusmin Ismail mengatakan, ada 705 paket bansos yang akan disalurkan. Paket bansos yang berisi beras, gula, minyak goreng, dan mi instan dibagikan serentak di wilayah Kendari, Konsel, Kolaka, Buton, Muna, dan Buton.

"Makorem 143/HO sendiri membagikan 200 paket yaitu di wilayah Poasia, Kampung Bajau, Bundaran MTQ, Kampung Salo dan Ranomeeto," ungkap Rusmin.

Ditambahkan juga oleh Kasiter Kasrem 143/HO Kolonel Inf Ahmad Hadi Hariono bahwa bansos yang terkumpul ini merupakan inisiatif jajaran Korem sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

"Bapak Kasad dan Pangdam juga senantiasa menekankan kepada kita semua, sebagai prajurit Sapta Marga harus selalu peduli dan membantu rakyat yang sedang kesulitan," lanjutnya.

Pembagian paket bansos kali ini menyasar masyarakat yang terdampak PPKM, anak yatim, pekerja serabutan, anak jalanan, penyandang disabilitas, dan purnawirawan TNI.

Jumadi (34) penyandang disabilitas tunanetra salah satu warga yang menerima bantuan. Dia mengungkapkan terima kasih kepada Korem 143/HO yang telah peduli dan memberikan bantuan kepada keluarganya.

"Terima kasih, ini sangat membantu kami. Apalagi saat ini, pekerjaan saya juga sedang sulit, baik karena Covid maupun hujan," kata Jumadi.

Jumadi mengalami kebutaan sejak tahun 2012 karena kanker di bagian mata dan glaukoma. Dia bersama istrinya bekerja sebagai buruh pembuatan batu merah di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto.

"Kami dibayar Rp100 ribu untuk mencetak 1.000 batu bata. Tapi saat ini sulit tercapai dan kalau pun tercapai tidak langsung dibayar karena menunggu beberapa lama setelah batu bata ada yang beli. Jadi biasanya kita nge-bon dulu setengahnya ke bos," ujar ayah dua anak itu.

Jumadi mengatakan juga bahwa apabila normal atau tidak hujan, mereka mencetak 600 batu bata setiap harinya.

"Selain mencetak batu bata, istri saya berjualan bunga. Insyaallah ada saja yang membeli. Terima kasih bapak-bapak Korem yang telah membantu kami," ujar Jumadi.

Rusmin berharap dengan adanya bantuan ini walaupun jumlahnya masih belum bisa mengcover secara keseluruhan jumlah masyarakat, tetapi setidaknya bisa membantu.

"Semoga ke depannya kami bisa menyalurkan bantuan sosial lebih banyak lagi sehingga semua bisa mendapatkan," tutup Rusmin.

Artikel Asli