Solo Masuk PPKM Level 4, Pemkot Tak Berikan Kelonggaran Aturan Jam Malam

ayosemarang | Nasional | Published at 22/07/2021 08:46
Solo Masuk PPKM Level 4, Pemkot Tak Berikan Kelonggaran Aturan Jam Malam

SOLO, AYOSEMARANG.COM Pemerintah resmi memperpanjang masa PPKM Darurat di Jawa - Bali sampai 25 Juli 2021. Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri atau Mendagri kini PPKM tak lagi menggunakan istilah Darurat melainkan sekarang bernama PPKM level 4.

Kota Solo masuk dalam PPKM Level 4 Covid-19, sehingga aturan ketat tetap diberlakukan hingga 25 Juli 2021.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 067/2236 tentang PPKM Level 4 COVID-19 yang ditandatangani Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari tindak lanjut daerah dalam menyikapi perpanjangan PPKM Darurat 21-25 Juli.

Dalam SE tersebut terdapat sejumlah poin penting yang wajib disimak warga Solo, di antaranya mal masih ditutup, 15 pasar dan pertokoan nonesensial ditutup, tempat makan hanya melayani take away sampai pukul 20.00 WIB. Sementara itu, pasar modern dan super market tutup sampai pukul 20.00 WIB.

Ketua Satgas COVID-19, Ahyani, mengatakan secara garis besar SE Wali Kota tentang PPKM Level 4 COVID-19 terbaru ini tak jauh berbeda dengan SE PPKM Darurat. Pemkot Surakarta tidak memberikan pelonggaran aturan sama sekali.

"Semua aturan tetap kami perketat di antaranya belum diperbolehkan acara resepsi, ditutupnya pasar tumpah, pasar dan toko non esensial ditutup. Warung makan, PKL, restoran hanya boleh melayani take away saja," ujar Ahyani, Rabu 21 Juli 2021.

Di aturan tersebut sudah jelas, lanjut Ahyani, untuk tempat makan boleh melayani take away sampai pukul 20.00 WIB. Hal sama berlaku bagi pasar modern tutup sampai pukul 20.00 WIB.

"Mal masih ditutup. Sementara tenant food hanya melayani delivery (take away) sampai pukul 20.00 WIB. Semua tempat wisata juga masih kita tutup," katanya.

Mewakili Pemkot Surakarta, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa meminta maaf kepada masyarakat karena PPKM Darurat banyak yang terdampak. Pemkot berjanji, warga yang terdampak PPKM bisa segera mendapatkan bantuan.

"Saya mewakili Pemkot mohon maaf. Tetapi akan ada tindak lanjut berupa bantuan bagi warga yang terdampak," kata Teguh.

Ia menambahkan, selain bantuan dari Pemerintah Pusat, seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemkot juga mengupayakan anggaran untuk dialokasikan sebagai bantuan bagi warga yang terdampak yang belum masuk dalam data penerima bantuan sosial (bansos) dari pusat.

"Kami minta masing-masing dinas yang leading sektornya terdampak untuk mendata. Setelah itu, segera salurkan bantuan,"kata dia.

Teguh mencontohkan, Dishub yang leading sektor parkir mendata berapa juru parkir yang terdampak, Dinas Perdagangan (Disdag) mendata pedagang pasar, toko, PKL yang tidak bisa jualan selama PPKM Darurat.

"Saya meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap patuh protokol kesehatan (prokes) 5M. Mari bersama-sama begotong royong menjaga Solo agar terbebas dari Covid-19,"ucap Teguh.

Artikel Asli