Mantan Kepala BPN Kalbar Diserahkan ke JPU

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 22/07/2021 07:20
Mantan Kepala BPN Kalbar Diserahkan ke JPU

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan dua tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pendaftaran tanah serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ke penuntutan agar dapat segera disidangkan.

Dua tersangka tersebut adalah mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Gusmin Tuarita (GTU) dan mantan Kepala Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Kantor BPN Wilayah Kalbar, Siswidodo (SWD).

"Penyerahan tersangka dan barang bukti dari tim penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum setelah berkas perkara dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (21/7). Ali mengatakan, penahanan dua tersangka menjadi kewenangan tim JPU selama 20 hari ke depan 21 Juli-9 Agustus.

"Untuk sementara waktu, penahanan masih dititipkan. GTU di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan SWD di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," ucap Ali. Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara keduanya ke Pengadilan Tipikor. Adapun persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dalam keterangannya, KPK menjelaskan Gusmin saat menjabat Kakanwil BPN Provinsi Kalbar dan saat menjabat Kakanwil BPN Provinsi Jawa Timur (Jatim) diduga memiliki kewenangan dalam pemberian hak atas tanah.

Untuk melaksanakan tugas dan kewenangan tersebut, Gusmin bersama-sama Siswidodo diduga menyetujui pemberian HGU bagi para pemohon dengan membentuk kepanitian khusus. Salah satu tugasnya menerbitkan surat rekomendasi pemberian HGU kepada Kantor Pusat BPN untuk luasan lahan yang menjadi wewenang Kepala BPN.

Selama tahun 2013-2018, Gusmin diduga menerima sejumlah uang dari para pemohon hak atas tanah termasuk pemohon HGU yang diterima secara langsung dalam bentuk uang tunai dari para pemohon hak atas tanah maupun melalui Siswidodo. Uang diserahkan di Kantor BPN, rumah dinas, serta transfer bank menggunakan nomor rekening pihak lain yang dikuasai Siswidodo.

Penerimaan sejumlah uang tersebut kemudian diduga disetorkan oleh Gusmin ke beberapa rekening bank atas nama pribadi miliknya dan anggota keluarga yang jumlahnya sekitar 27 miliar rupiah. Siswidodo diperkirakan menerima 23 miliar rupiah.

Artikel Asli