Tarif Kremasi Jenazah Corona Tembus Ratusan Juta Bos DPRD: Lebih Jahat Dari Kartel Narkoba Dan Korupsi

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 06:30
Tarif Kremasi Jenazah Corona Tembus Ratusan Juta Bos DPRD: Lebih Jahat Dari Kartel Narkoba Dan Korupsi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan tempat kremasi jenazah Covid-19 gratis di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. Layanan ini diharapkan membantu warga yang tidak mampu membayar biaya kremasi jenazah.

Fasilitas tersebut akan mulai beroperasi pekan depan. Mesin krematorium ini diletakkan di dalam halaman kompleks TPU Tegal Alur.

Proses kremasi hanya membutuhkan waktu dua jam dengan mesin yang bisa mencapai suhu 1.000 derajat Celsius. Tidak dipungut biaya karena ini merupakan pelayanan masyarakat, ungkap Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, di Jakarta, kemarin.

Tak hanya gratis, lanjutnya, keberadaan mesin itu untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan pelayanan kremasi pada masa pandemi.

Prinsipnya Pemerintah harus melayani seluruh masyarakat. Tidak melihat latar belakang agama, suku, ras dan lain-lain, tegas Uus.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengingatkan pengelola tempat kremasi jenazah agar tidak mencari keuntungan di masa pandemi Covid-19.

Tentukan tarif yang wajar dan terjangkau bagi kepentingan masyarakat banyak. Jangan ada lagi yang mematok harga tidak wajar atau berlebihan, pinta Riza.

Politisi Gerindra ini meminta, seluruh pihak untuk saling tolong-menolong dan membantu terhadap sesama yang membutuhkan di tengah pandemi.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengakui, pihaknya banyak menerima keluhan dari warga mengenai tingginya biaya paket kremasi. Kondisi ini terjadi lantaran sedikitnya tempat kremasi dan banyaknya jenazah yang harus dikremasi.

Suzi mengungkapkan, ada tiga krematorium swasta di Jakarta yang saat ini tidak menerima kremasi jenazah Covid-19 yaitu, Grand Heaven, Pluit. Kedua, Daya Besar, Cilincing. Dan ketiga, Krematorium Hindu, Cilincing. Sementara itu, krematorium swasta yang menerima kremasi jenazah Covid-19 berada di luar Jakarta, seperti Oasis, Tangerang, Banten, Sentra Medika, Cibinong dan Lestari, Karawang, Jawa Barat.

 

Dia mengimbau, yayasan kremasi agar bersurat ke rumah sakit (RS) terkait penjadwalan kremasi beserta tarifnya. Sehingga, tidak terjadi tawar-menawar di lapangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab/oknum yang merugikan masyarakat.

Kami sarankan juga kepada warga agar tidak berhubungan dengan calo untuk pelayanan mobil jenazah dan petak makam. Karena pihak rumah sakit secara otomatis mengurusnya, imbuhnya.

Tidak Wajar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menduga tarif kremasi tinggi karena praktik kartel. Mereka kompak menaikkan tarif.

Praktik ini lebih jahat daripada korupsi atau peredaran narkoba. Saya minta kepada Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya agar menindak tegas. Kalau perlu tembak mati, kata Prasetio, di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/7).

Prasetio meminta, para pengusaha krematorium tak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 dengan melambungkan tarif paket kremasi. Pengusaha harus sadar kondisi republik saat ini sedang gawat.

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengaku menerima laporan tarif kremasi berkisar Rp 45-65 juta per jenazah. Bahkan, ada yang sampai ratusan juta. Tarif ini sangat memberatkan keluarga yang sedang berduka.

Menurutnya, laporan diterimanya salah satunya dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kebetulan (laporan) yang satu saya dikirim sama Pak Ahok waktu itu. Kebetulan teman beliau orangtuanya meninggal. Tapi tidak ada tempat untuk kremasi jenazah Covid di Jakarta, katanya.

Menurut Ima, kenaikan tarif kremasi tersebut tidak bisa ditoleransi. Kalau ada kenaikan tambahan Alat Pengamanan Diri (APD), masih masuk akal. Tapi kalau naiknya tidak masuk akal sangat memberatkan keluarga, pungkasnya. [OSP]

Artikel Asli