Peristiwa Qurban: Ismail atau Ishaq? (1)

rm.id | Nasional | Published at 22/07/2021 05:00
Peristiwa Qurban: Ismail atau Ishaq? (1)

Tidak ada ayat dan hadis shahih yang menegaskan nabi siapa yang diqurbankan. Ayat yang menceritakan peristiwa qurban ialah: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan, Kami panggillah dia: Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. as-Shaffat: 102-105)

Ayat ini mengisahkan bahwa ketika putranya telah mencapai umur baligh, Ibrahim as. bermimpi mendapat perintah untuk menyembelihnya. Ketika itu, anaknya belumlah menjadi seorang nabi. Dalam kitab Tafsir An-Nasafi dan Tafsir Ibnu Katsir mencatat bahwa putranya kala itu sedang berumur 13 tahun.

Adapun siapa putranya yang disembelih terdapat perbedaan pendapat dalam riwayat dan dalam kitab-kitab Tafsir. Sebagian ulama mengemukakan bahwa yang disembelih ialah Ismail, anak pertamanya yang lahir dari Siti Hajar. Sedangkan pendapat kedua mengemukakan yang disembelih ialah Ishaq, putranya yang lahir dari Siti Sarah. Namun, pendapat yang masyhur di kalangan jumhur ulama ialah pendapat pertama.

Yang membuat mereka berbeda pendapat karena selain tidak ada ayat Al-Quran dan hadis yang menegaskan siapa yang disembelih, juga masing-masing kedua golongan ulama didukung oleh kalangan sahabat dan ulama.

Di antara sahabat yang beranggapan bahwa yang disembelih adalah Ismail ialah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, dan Abu at-Thufail Amir bin Watsilah. Sedangkan dari kalangan tabiin ialah Said bin al-Musayyib, Said bin Jubair, al-Hasan al-Bashri, Mujahid, as-Syabi, Yusuf bin Mihran, ar-Rabi bin Anas, Muhammad bin Kaab al-Quradzhi, al-Kalbi, Alqamah, Abu Jafar Muhammad bin Ali, dan Abu Shalih. (Wahbah az-Zuhaili, at- Tafsir al-Munir, Juz XXIII, h. 125).

Artikel Asli