Komisi B DPRD Surabaya Temani Warga Berkurban di RPH

jawapos | Nasional | Published at 20/07/2021 19:17
Komisi B DPRD Surabaya Temani Warga Berkurban di RPH

JawaPos.com Anggota DPRD Surabaya mengantarkan dan menemani warga untuk menyerahkan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya. Dia adalah Anas Karno, wakil ketua Komisi B DPRD Surabaya yang hadir sejak pagi (20/7) di RPH Jalan Pegirian Surabaya.

Penyembelihan hewan kurban itu diadakan dalam rangka perayaan Idul Adha pada Selasa (20/7). Anas datang bersama beberapa warga asal Kecamatan Rungkut dan Sukolilo sejak pukul 10 pagi. Pria asal Kebangsren, Kecamatan Genteng Surabaya itu mengaku sudah sejak seminggu lalu mengajak warga untuk menyerahkan hewan kurban di RPH daripada masjid atau kampung.

Harapannya bisa memutus mata rantai Covid-19. Sebab, kebiasaan masyarakat kan kalau ada acara penyembelihan, warga berbondong-bondong melihat. Akhirnya tercipta kerumunan. Harusnya nggak gitu . Nanti Covid-19 kembali menyebar, ujar Anas Karno.

Terlebih lagi, pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Pemerintah Kota Surabaya sudah menganjurkan warga untuk menyerahkan hewan kurban ke RPH. Untuk itu, alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu sempat beberapa kali menemui warga yang berkurban di Hari Raya Idul Adha.

Sejak seminggu lalu saya temui warga untuk menginformasikan soal anjuran kurban selama PPKM darurat dari Pemkot Surabaya. Beberapa kali saya bersama warga berdiskusi soal menyerahkan hewan kurban ke RPH, tutur Anas Karno.

Anas mengakui sempat menemukan beberapa warga yang ragu menyerahkan hewan kurban ke RPH. Sebab, kebiasaan itu berbeda dengan perayaan Idul Adha sebelumnya. Warga bisa melihat langsung proses penyembelihan di depan mata dan ikut mengemas daging sebelum dibagikan ke tetangga.

Saya kasih tahu kalau di RPH bisa melihat juga walaupun lewat CCTV. Prosesnya juga cepat dan bersih. Dapat daging kurbannya, dapat kesehatannya juga, jelas Anas.

Sementara itu, Plt Kepala RPH Surabaya M. Faiz menjelaskan, pihaknya memiliki standar operasional prosedur (SOP) soal penanganan hewan kurban di RPH. Di antaranya adalah kewajiban warga menyediakan surat sehat ketika menyerahkan hewan kurban.

Mayoritas sapi di RPH, lanjut Faiz, berasal dari Jatim, daerah tapal kuda Bondowoso, Pasuruan, dan sekitarnya. Yang di sini harus membawa surat kesehatan hewan. Kita nggak asal terima. Dokter hewan RPH lihat, sebelum di potong, dicek dokter hewan. Misal ada cacing, itu kewenangan RPH gak boleh dibawa untuk menjaga kesehatan daging, jelas M. Faiz.

Di RPH sendiri, terdapat dua orang dokter. Di pintu masuk, datang diperiksa secara fisik sehat. Kalau oke, nanti disembelih. Biasanya di hati kalau ditemukan (anomal), persentasenya berapa, kalau ada ya dibuang. Demi menjaga kesehatan daging yang dikonsumsi masyarakat Surabaya, ujar M. Faiz.

Sementara itu, Imawati salah satu warga asal Rungkut yang ditemani Anas Karno mengaku senang dengan fasilitas RPH. Dia bersyukur anggota dewan Anas menemaninya.

Soalnya kalau nanti ikut sembelih di masjid pas lagi PPKM darurat gini malah waswas. Takut ada Covid-19. Baru kali ini ke RPH dan pelayanannya enak, ujar Imawati.

Artikel Asli