Sindiran ICW soal Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Bui: Menang Banyak

limapagi.id | Nasional | Published at 20/07/2021 16:10
Sindiran ICW soal Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Bui: Menang Banyak

LIMAPAGI Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai vonis 5 tahun penjara untuk mantan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, menambah kesuraman potret lembaga peradilan di Indonesia.

Vonis terhadap Edhy Prabowo menambah suram potret lembaga peradilan di Indonesia. Sampai sini, kita perlu bertanya seperti apa penegakan hukum tindak pidana korupsi dilihat dalam peradilan Indonesia? Kejahatan biasa?" tulis ICW, dinukil dari keterangannya, Selasa, 20 Juli 2021.

Lewat halaman Facebook ICW, mereka menerbitkan sebuah publikasi bertajuk 'Saat Hakim Lunak dan KPK tidak Banyak Bertindak, Edhy Prabowo Menang Banyak'. Di dalamnya, berisi kritik atas vonis ringan terhadap penjahat seperti Edhy.

Vonis ini, memperlihatkan kepada publik bahwa lembaga kekuasaan kehakiman dan penegak hukum benar-benar tidak bisa diandalkan untuk memperjuangkan keadilan, tandas ICW.

Mereka menerangkan, koruptor satu itu melakukan korupsi ketika sedang mengemban status sebagai pejabat publik. Jika merujuk pada Pasal 52 KUHP, maka semestinya dikenakan pemberatan hukuman.

Edhy Prabowo melakukan korupsi di tengah situasi buruk pandemi Covid-19. Ia mencuri uang rakyat ketika rakyat sedang sulit bernafas, ujar mereka.

ICW melaporkan, 'sang maling' menerima uang korupsi sebesar Rp24,6 miliar ditambah USD 77 ribu terkait izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur. Hal itu juga sudah dibenarkan oleh majelis hakim dalam persidangan.

Sehingga, seharusnya dan sepantasnya, Edhy Prabowo diganjar vonis maksimal 20 tahun penjara, tegas ICW.

Berdasarkan kajian mereka, vonis ringan Edhy Prabowo yang sempat manjadi kader Gerindra itu menunjukkan rata-rata vonis koruptor adalah 3 tahun 1 bulan. Hal ini juga memperpanjang tren jeratan ringan bagi maling uang rakyat.

Artikel Asli