Papua Bakal Lockdown 1 Bulan Mulai Agustus, Gubernur Minta Warga Bersiap

limapagi.id | Nasional | Published at 20/07/2021 17:48
Papua Bakal Lockdown 1 Bulan Mulai Agustus, Gubernur Minta Warga Bersiap

LIMAPAGI - Gubernur Papua Lukas Enembe meminta masyarakat di provinsi itu bersiap dan mengantisipasi surat edaran gubernur yang akan datang, terkait rencana lockdown. Keputusan itu sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua rencananya akan menutup akses keluar dan masuk, baik jalur penerbangan maupun perairan.

"Penutupan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada 1 Agustus-31 Agustus 2021," kata Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus dilansir dari ANTARA , Selasa, 20 Juli 2021.

Menurut Rifai, kebijakan itu akan dibahas dan dimatangkan lebih lanjut pada rapat evaluasi oleh Tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua pada Rabu, 21 Juli 2021.

"Pada Senin (19 Juli 2021) Gubernur Papua Lukas Enembe beserta kepala daerah lainnya dari seluruh Indonesia menghadiri rapat terbatas melalui pertemuan virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo berkenaan dengan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan, usai rapat terbatas bersama presiden tersebut, Lukas Enembe pada hari yang sama mengumpulkan sejumlah pejabat Pemprov Papua dengan agenda pandemi Covid-19 di Provinsi Papua.

"Gubernur Papua Lukas Enembe akan melakukan evaluasi secara berkala terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro di Provinsi Papua sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Papua Nomor: 440/7736/SET," ucap dia.

Dia menambahkan, surat edaran tersebut masih berlaku hingga 25 Juli 2021. Lukas Enembe juga meminta seluruh pemangku kepentingan terkait bersinergi dan bergerak lebih cepat, agar pandemi Covid-19 di Tanah Papua tidak semakin parah.

"Pada Rabu 21 Juli 2021 direncanakan sebuah rapat oleh Tim Satgas COVID-19 Provinsi Papua atas instruksi gubernur guna membahas evaluasi PPKM Mikro yang tengah berlangsung dan akan berakhir pada 25 Juli 2021 nanti," tutur Rifai.

Artikel Asli