Dari 24 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Cuma 18 Yang Bersedia Dibina

rm.id | Nasional | Published at 20/07/2021 18:43
Dari 24 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Cuma 18 Yang Bersedia Dibina

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan, dari 24 pegawai komisi antirasuah yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), sebanyak 18 di antaranya bersedia mengikuti diklat bela negara dan wawasan kebangsaan.

"Sampai saat ini sudah 18 org yang telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti diklat bela negara," ujar Ghufron saat dikontak, Selasa (21/7).

Menurut mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu, KPK membebaskan ke 24 pegawainya untuk mengambil keputusan ikut tidaknya mereka dalam diklat bela negara dan wawasan kebangsaan tersebut.

"Karena itu kami mempersilahkan kepada pegawai untuk menggunakan haknya atau tidak. Karena 24 pegawai yang masih diberi kesempatan untuk mengikuti diklat bela negara adalah hasil perjuangan KPK agar pegawai KPK masih diberi kesempatan untuk menjadi pegawai KPK," tandasnya.

KPK sendiri telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menyelenggarakan diklat tersebut. Diketahui, 24 pegawai dari 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK diberikan kesempatan untuk mengikuti diklat bela negara dan wawasan kebangsaan sebagai syarat untuk bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), menyusul 1.271 pegawai yang sudah dilantik Ketua KPK Firli Bahuri pada 1 Juni lalu.

Adapun 24 pegawai dimaksud sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Asesmen TWK dalam Rangka Pengalihan Pegawai KPK Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), adalah:

1. Hotman Tambunan,Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi.

2. Budi Agung Nugroho, Penyidik Utama.

3. Budi Sokmo Wibowo, Penyidik Utama.

4. Teuku M. Rully, Administrasi Bidang Penindakan dan Eksekusi Madya.

5. Ahmad Fajar, Spesialis Deteksi dan Analisis Korupsi Madya.

6. Rizki Bayhaqi, Spesialis Pelacakan Aset Madya

. 7. Anggraeni Puspita Sari, Pemeriksa Gratifikasi dan Pelayanan Publik Muda.

8. Hasan, Penyidik Muda.

9. Ita Khoiriyah, Spesialis Hubungan Masyarakat Muda.

10. Lavirra Zuchni Amanda, Spesialis Koordinasi dan Supervisi Muda.

11. Damas Widyatmoko, Spesialis Manajemen Informasi Muda.

12. Andri Hermawan, Spesialis Pelayanan, Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat Muda.

13. Dewa Ayu Kartika Venska, Spesialis Pelayanan, Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat Muda.

14. Nita Adi Pangestuti, Spesialis Pelayanan, Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat Muda.

15. Gita Annisaa Larasati, Spesialis PJKAKI Muda.

16. Christie Afriani, Spesialis PJKAKI Muda.

17. Abdan Syakuro, Staf Deteksi dan Analisis Korupsi Muda.

18. Ajinarasena Hermanu, Staf Pengelolaan BMN dan Kerumahtanggaan Muda.

19. Tohir Isnaeni, Data Entry.

20. Yudi Prawira, Data Entry (LHKPN).

21. Edi Prasetyo, Data Entry (LHKPN).

22. Oky Rusandi, Operator Sistem Gedung.

23. Aditya Pratama, Pengamanan KPK.

24. Agus Afiyanto, Pengamanan KPK. [OKT]

Artikel Asli