Huawei Bagikan Hewan Qurban di 15 Kota Besar

republika | Nasional | Published at 20/07/2021 17:34
Huawei Bagikan Hewan Qurban di 15 Kota Besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 berdampak bagi semua orang dan di setiap sektor, mulai dari ekonomi, sosial bahkan memakan korban jiwa. Namun, momen Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah seakan menjadi pengingat akan pentingnya berbagi, memberi kebahagiaan kepada siapa pun di tengah masa sulit ini.

Kepedulian untuk berbagi ini yang melatarbelakangi Huawei Indonesia melalui program I Do Care, Berbagi Untuk Negeri mendistribusikan hewan qurban di 15 kota besar di seluruh Indonesia. Donasi hewan qurbanini disebut merupakan tahun kedua yang dimulai sejak 2020 lalu dan dilakukan secara simbolik melalui live streaming bersama MUI, Muhammadiyah, NU hingga Musyawarah Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Senin (19/7).

"Suatu hal kebahagiaan kami bisa berbagi dalam kesempatan yang tidak mudah pada saat ini, yaitu pandemi Covid 19 yang kita alami bersama seluruh Indonesia," jelas Direktur Strategi dan Bisnis ICT Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi saat live streaming di saluran Youtube Republika , Senin (19/7).

Menurutnya, Huawei Indonesia sejak beridiri pada 2000 berkomitmen untuk berkontribusi dengan empat programnya, yakni i do contribute, i do care, i do collaborate dan i do create. Dengan i do care, kita terus untuk memberikan kontribusi pada Society yang baik ini sebagai makna dari Idul Adha qurbanyang sekarang ini untuk berbagi kebahagiaan, kebahagiaan kepada semua masyarakat Indonesia, jelasnya.

Ketua Umum MES Ercik Tohir menyebut ibadah qurbanmemang merupakan syariat yang mencerminkan ibadah ruhiyah dan juga ibadah sosial. Ibadah ini tanpa disadari menjadi salah satu sarana distribusi kekayaan untuk mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Berqurban juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi ketika krisis ekonomi masih berlangsung. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditopang oleh angka konsumsi, usaha ternak qurban merupakan usaha rakyat yang kecil kemungkinannya terkena imbas krisis ekonomi memiliki pangsa pasar yang jelas dan tidak membutuhkan bahan baku impor, ujarnya.

Ibadah qurbandikatakannya juga tidak hanya ritual ibadah, namun juga menjadi tradisi sosial ekonomi besar tahunan. Bagi orang kota, memakan daging mungkin bukan sesuatu yang istimewa paling tidak dapat makan daging satu kali seminggu baik dalam bentuk bakso atau olahan lainnya. Sedangkan bagi masyarakat desa memakan daging hanya pada hari-hari istimewa, ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pandemi, ibadah qurbanyang merupakan tindakan berbagi merupakan sesuatu yang baik untuk kesehatan diri. Hal ini dijelaskan melalui berbagai penelitian yang menyebutkan hubungan yang baik antara kedermawanan dengan kesehatan.

Dengan berdoa dan berqurban kita kuatkan spiritualitas, optimisme, harapan dan keyakinan kita dapat menghadapi pandemi ini dan kondisi akan segera kembali normal, ujarnya.

Pimpinan Redaksi Republika Irfan Junaidi berharap program ini akan terus berjalan di tahun-tahun mendatang. Ia juga akan mengajak berbagai stakeholder berkomitmen membantu masyarakat.

"Mudah-mudahan kerja sama ini terus bisa berjalan dengan Huawei, akan kita ajak juga berbagai pihak untuk terus berkomitmen bersama-sama membantu masyarakat Indonesia,"ujarnya.

Donasi Huawei Indonesia ini diharapkannya juga akan menjadi inspirsi bagi banyak pihak untuk melakukan tindakan baik yang serupa. "Semoga dijadikan sebagai inspirasi untuk solidaritas di tengah situasi Covid-19 yang sedang panas-panasnya melanda bangsa kita tercinta ini," ujarnya.

Artikel Asli