Kurangi Plastik, Desa Blorok Brangsong Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati

ayosemarang | Nasional | Published at 20/07/2021 17:01
Kurangi Plastik, Desa Blorok Brangsong Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati

BRANGSONG, AYOSEMARANG.COM -- Mematuhi anjuran dari Pemerintah Kabupaten Kendal, panitia kurban di Desa Blorok Kecamatan Brangsong tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging. Panitia mengunakan daun jati yang banyak di wilayah tersebut sebagai pembungkus daging kuban.

Kasi Kesejahteraan Desa Blorok, Sigit Wiseno mengatakan pemakaian daun jati ini sebagai bentuk kepedulian bahaya plastik. Menurutnya saat musim penyembelihan hewan kurban, pasti banyak yang menggunakan plastik, sehingga dikhawatirkan menambah sampah plastik.

Sesuai imbauan dan surat edaran Pemkab Kendal agar panitia pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tidak menggunakan plastik, pihak desa memberikan arahan kepada warganya untuk menggunakan pembungkus yang ramah lingkungan, kataya Selasa 20 Juli 2021.

Kebetulan di wilayahnya banyak tanaman jati dengan daun yang lebar, sehingga sejumlah panitia menggunakannya untuk pembungkus daging kurban. Menurutnya banyak pembungkus lainnya yang ramah lingkungan seperti besek atau bahan daur ulang, namun penggunaan daun jati lebih murah.

Kalau jaman dulu orang jualan daging pasti menggunakan daun jati sebagai pembungkus, dari sinilah kita mencoba menggunakannya saat pembagian daging kurban. Selain itu juga bisa menambah aroma daging lebih wangi, imbuhnya.

Dikatakan panitia kurban di Dusun Wonosari Desa Blorok yang hampir semuanya menggunakan daun jati sebagai pengganti plastik. Menurutnya di desanya 7 ekor sapi dan belasan kambing dikurbankan pada iduladha 1442 H.

Artikel Asli