Temukan Bagian Tubuh Hewan Kurban yang Kotor, RPH Buang dua Hati Sapi

jawapos | Nasional | Published at 20/07/2021 16:01
Temukan Bagian Tubuh Hewan Kurban yang Kotor, RPH Buang dua Hati Sapi

JawaPos.com Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap warga berkenan menitipkan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya. Selain karena petugas RPH yang sudah terverifikasi, wagub berharap tidak ada kerumunan di kampung dan masjid ketika proses penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.

Mantan bupati Trenggalek itu memastikan, pelayanan RPH sangat baik. Dia mencontohkan dengan proses penyembelihan sapi yang sangat memperhatikan protokol. Tadi ada 2 sapi yang bagian hatinya kotor. Itu langsung dibuang. Dagingnya dibersihkan. Baru diberikan kepada warga yang kurban, jelas Emil ketika meninjau RPH pada Selasa (20/7).

Dia menegaskan, RPH akan memastikan kualitas dan pelayanan penyembelihan hewan kurban di Surabaya. Dengan penyembelihan terpusat di RPH, tidak ada kerumunan. Terlebih selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Ada yang hatinya dibuang karena bercacing. Itu kan demi masyarakat. Mudah-mudahan lancar. Pemotongan kan 3 hari supaya nggak berkerumun. Jadi lebih environmentally friendly , jelas dia.

Pembuangan dua hati sapi itu diakui Plt Kepala RPH Surabaya M. Faiz. Dia menjelaskan, pembuangan bagian tubuh hewan kurban sudah sesuai dengan ketentuan.

Karena kena kontaminasi. Kebanyakan paling banyak di hati, kalau dagingnya nggak apa-apa. Kalau jenis itu, dimasak di atas 100 derajat dia mati, jelas Faiz.

Mayoritas sapi di RPH, lanjut Faiz berasal dari Jatim, daerah tapal kuda Bondowoso, Pasuruan, dan sekitarnya.

Yang di sini harus membawa surat kesehatan hewan, kita nggak asal terima, nanti dokter hewan RPH lihat, sebelum dipotong, dokter hewan cek. Misal ada cacing, itu kewengan RPH gak boleh dibawa untuk menjaga kesehatan daging, kata Faiz.

Di RPH, terdapat dua orang dokter hewan. Kesehatan hewan diatur dengan pintu masuk bergantian.

Di pintu masuk datang, diperiksa secara fisik sehat. Kalau oke, nanti disembelih. Biasanya di hati kalau ditemukan (anomal, persentasenya berapa, kalau ada ya dibuang. Demi menjaga kesehatan daging yang dikonsumsi masyarakat Surabaya, terang Faiz.

Artikel Asli