Para Nakes Layak Mendapat Karangan Bunga

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 20/07/2021 15:20
Para Nakes Layak Mendapat Karangan Bunga

Pengorbanan tak terkira para tenaga kesehatan (nakes) membuat nama mereka harum bak bunga. Maka, layaklah bila mereka mendapat karangan bunga. Karangan bunga sebagai dukungan kepada nakes dalam penanganan Covid-19 yang dikirim Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajarannya menghiasi halaman rumah sakit dan puskesmas di Surabaya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Selasa, mengatakan, karangan bunga yang terdapat tulisan bermacam-macam itu, merupakan bentuk dukungan Wali Kota Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya yang selama ini sudah berjibaku dalam menangani pandemic.

"Sebagai garda terdepan, tentunya mereka memiliki peran besar dalam membantu masyarakat Surabaya," katanya. Adapun tulisan dalam karangan bunga itu bermacam-macam di antaranya "Teruntuk semua tenaga medis di puskesmas, pahlawan kemanusiaan sejati di masa pandemi." Ada juga tulis, "Mari bersama, kita lawan Covid-19." Yang lain berbunyi, "Dari kami yang selalu bersamamu dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran pemkot Surabaya."

Ada juga "Untuk para tenaga medis rumah sakit, engkaulah garda terdepan dalam situasi pandemi ini, engkau tidak sendiri, kami bersamamu, dari kami yang selalu mendukungmu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya."

Selain itu, karang bunga itu juga tertulis "Selamat mengemban tugas mulia, garda terdepan penyelamat bangsa, pejuang tangguh di tengah pandemi, dari kami yang selalu bersamamu dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya."

Karangan bunga lainnya juga tertulis "Terima kasih para tenaga medis, perjuangan tak ternilai, pengorbananmu tak kenal lelah, teruslah bekerja untuk kemanfaatan umat, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya."

Sebagian besar, karangan bunga itu diletakkan di sisi depan halaman rumah sakit dan puskesmas se-Kota Surabaya. Menurut Febri, Sejak awal pandemi, tugas dan tanggung jawab para nakes di Surabaya memang begitu berat. Sebagai garda terdepan penanganan, mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya bahkan nyawanya demi melayani warga Surabaya yang terpapar.

Apalagi, lanjut dia, saat ini puskesmas di Surabaya sudah buka layanan 24 jam nonstop, tentu beban kerja mereka bertambah. Tidak heran jika sampai saat ini sudah ada ratusan nakes di Surabaya yang ikut terpapar Covid-19.

Artikel Asli