Ade Armando Kena Sentil Geisz Chalifah: Bajingan Berselimut Dosen

radartegal | Nasional | Published at 20/07/2021 15:20
Ade Armando Kena Sentil Geisz Chalifah: Bajingan Berselimut Dosen

Dosen komunikasi Ade Armando menuai kecaman setelah membandingkan jumlah kematian akibat Corona di Indonesia dengan Inggris. Pakar pun mengkritik cara Ade Armando membandingkan jumlah kematian kedua negara itu.

Pernyataan tersebut diunggah Ade Armando dalam cuitannya di Twitter, Minggu (18/7).

Ade membandingkan jumlah kematian akibat Corona di Inggris dengan jumlah kematian di Indonesia. Dia juga menyertakan jumlah penduduk di kedua negara.

Penduduk Inggris 68 juta, meninggal karena COVID 128 ribu. Penduduk RI 270 juta, meninggal karena COVID 73 ribu, tulis Ade Armando.

Cuitannya pun sontak mendapat beragam respons dari warganet. Cuitan Ade Armando itu dinilai tak sensitif di saat kasus kematian akibat Corona di Indonesia terus naik.

Penjelasan Ade Armando

Lantas apa penjelasan Ade Armando terkait cuitannya tersebut?

Ade tidak merasa ada yang bermasalah dengan cuitannya. Bahkan, menurutnya, jumlah korban akibat Corona di Indonesia memang lebih kecil ketimbang Inggris.

Indonesia jumlah korbannya kan lebih kecil dari Inggris, kata Ade dikutip dari detik.com, Senin (19/7).

Dia menjelaskan bahwa perbandingan angka kematian Corona dengan negara lain sudah sering dilakukan. Namun dia mempertanyakan kenapa sekarang cuitannya itu dipermasalahkan.

Selama ini kan sudah sering dibandingkan. Misalnya jumlah korban tewas kita jauh di atas Malaysia. Tapi kok sekarang jadi masalah ketika dibandingkan dengan Inggris, ujarnya..

Komisaris Ancol Geisz Chalifah ikut angkat bicara dan menyentil Ade Armando keras.

Hanya Fasis, Tiran, atau setidaknya BAJINGAN Berselimut dosen, yang menggunakan angka2 kematian suatu bencana sekedar data statistik, kata Geisz Chalifah, Selasa (20/7).

Lebih lanjut ia juga mengungkit masa lalu Ade Armando.

Ade Armando itu tersangka yang sp3nya sudah dibatalkan oleh Prapradilan. Artinya status TERSANGKANYA bahkan sudah ditetapkan oleh pengadilan. Tapi bukannya diproses malah bisa mewawancara Menkopolhukam. Tetap bebas ngehoax soal ambulance bawa batu dll, kata Geisz dikutip dari Fajar. (msn/fajar/ima)

Artikel Asli