Kenangan Mba Tutut Kepada Ibu Tien Yang Wafat Saat Hari Raya Idul Adha

rmol.id | Nasional | Published at 20/07/2021 14:30
Kenangan Mba Tutut Kepada Ibu Tien Yang Wafat Saat Hari Raya Idul Adha

RMOL.Putri sulung mantan Presiden ke-2 HM Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Indra Rukmana alias Mba Tutut mengenang ibunda tercinta Raden Ayu Siti Hartinah atau lebih dikenal Ibu Tien Soeharto yang wafat bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

"Minggu 28 April 1996, bertepatan dengan Idul Adha 10 Dzulhijah 1415 H, ibu kami tercinta, Ibu Siti Hartinah Soeharto, dipanggil menghadap Illahi," kata Mba Tutut di akun Twitternya, Selasa (20/7).

Mba Tutut yang dalam postinganya itu mengunggah foto Ibu Tien dengan Presiden Soeharto menceritakan, sehari sebelum wafat, atau tepatnya hari Sabtu 27 April 1996, Ibu Tien masih mengajak cucunya ke Taman Buah Mekarsari.

Saat itu di Taman Buah Mekarsari, Ibu Tien menanam berbagai buah-buahan langka dan pohon-pohon langka dari seluruh pelosok Indonesia. Disana sama sekali tak terlihat Ibu Tien sakit ataupun lelah.

Keesokan harinya, Minggu pagi sebelum subuh, Ibu Tien, kata Mba Tutut merasa sesak nafas. Ketika itu, Pak Harto membaringkannya ke kursi panjang sambil bertanya Apanya yang sakit bu?. Ibu menjawab: Ora ono sing lara pak, mung sesek nafas. (tidak ada yang sakit pak, hanya sakit nafas).

Lantas, saat itu Presiden Soeharto memanggil ajudan untuk segera menghubungi dokter. Ibu Tien akhirnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit guna diberikan pertolongan. Namun, Mba Tutut sadar bahwa Allah berkehendak lain.

"Waktu yang Allah berikan di dunia sudah cukup, dan harus kembali memenuhi panggilan Nya. Tak terasa 25 tahun sudah ibu meninggalkan kami. Begitu banyak kenangan-kenangan indah dan ajaran-ajaran yang ibu berikan padaku dan adik-adikku," ujar Menteri Sosial RI pada Kabinet Pembangunan VII ini.

Baginya, Ibu Tien merupakan sosok perempuan yang tegar dalam kelembutan, kuat dalam kesabaran. Wanita yang peduli dengan sesama dari sejak remaja hingga saat kembali keharibaan Nya. Selalu berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat kecil yang kurang mampu dan yang membutuhkan pertolongan.

Selama hidup, banyak karya yang diberikan almarhumah, mulai dari mendirikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSAB) Harapan Kita, Rumah Sakit YPAC Solo, Rumah Sakit Jantung, Rumah Sakit Cancer, Panti Jompo, Museum Nasional, Taman Buah Mekar Sari hingga Taman Mini Indonesia Indah dan yang lain-lain nya.

"Tujuan ibu, membantu masyarakat yang tidak mampu, mendapat pelayanan kesehatan, pendidikan yang terjangkau masyarakat kecil," imbuh Mba Tutut.

"Ibu jasamu akan dikenang sepanjang masa," pungkas Mba Tutut. []

Artikel Asli