Permintaan Pemotongan Hewan Kurban di RPH Naik Hingga 200% dari Tahun Lalu

ayojakarta | Nasional | Published at 20/07/2021 14:11
Permintaan Pemotongan Hewan Kurban di RPH Naik Hingga 200% dari Tahun Lalu

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mengharuskan pelaksanaan ibadah kurban di lakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah RPH di Kota Bogor.

Pasalnya, pasca munculnya kebijakan tersebut, RPH-RPH di Kota Bogor kebanjiran orderan pemotongan hewan kurban dari masyarakat yang hendak berkurban pada Idul Adha tahun ini. Termasuk RPH yang dikelola oleh Pemkot Bogor.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) RPH Kota Bogor Didong Suherbi mengakuijika pada tahun ini terjadi kenaikan permintaan pemotongan hewan kurban dari masyarakat.

Jika dibandingkan tahun lalu, pada Idul Adha tahun ini, pihaknya sudah menerima sekitar 400 permintaan pemotongan hewan kurban.

"Naiknya hampir 200%lebih kalau dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu kami hanya menerima 100 permintaan pemotongan hewan kurban dari masyarakat. Kalau tahun ini sekitar 400 lebih permintaan pemotongan," katanya saat ditemui Ayojakarta ,Selasa 20 Juli 2021.

Pemotongan hewan kurban sendiri rencananya akan dilakukan pihaknya hingga Jumat 23 Juli 2021 nanti. Dimana setiap harinya pihaknya menargetkan untuk memotongnya 100 hewan kurban.

"Total permohonan ada sekitar 400 lebih. Pemotongan akan kami lakukan minimal satu hari 100 ekor hewan kurban, yang akan ditangani 55 petugas dari 11 kelompok juru potong," ujarnya.

Untuk biaya penyembelihan dan pemotongan hewan kurban pihaknya mematok harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta untuk setiap hewan kurban.

"Kalau kambing biaya penanganannya perekor Rp50 ribu sampai Rp150 ribu perhewan kurban. Kalau sapi mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Jadi semua biaya tergantung penanganannya seperti apa," ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Idul Adha tahun ini, Pemkot Bogor mengimbau masyarakat agar melaksanakan pemotongan hewan kurban di RPH yang sudah terverifikasi. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kerumunan pada saat proses penyembelihan hewan kurban, sekaligus meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.

Imbauan tersebut termaktub dalam surat edaran Wali Kota Bogor Nomor 400/3585-Kesra tentang protokol kesehatan penyelenggaraan Hari Raya Idul Adha di masa pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Bogor.

Artikel Asli