Jokowi Minta Daerah Tambah Rasio Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

jawapos | Nasional | Published at 20/07/2021 13:53
Jokowi Minta Daerah Tambah Rasio Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

JawaPos.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah untuk menyiapkan rumah sakit (RS) cadangan di wilayahnya masing-masing bagi pansien Covid-19. Atau, menambah ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19.

Rencanakan dan siapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat. Ini harus ada antisipasi terlebih dahulu. Paling tidak kita memiliki di dalam perencanaan itu, ujar Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tak ingin masyarakat terpapar Covid-19 yang membutuhkan penanganan tidak mendapat pelayanan yang maksimal karena alasan RS penuh. Maka dari itu dia meminta kepala daerah untuk terjun ke lapangan memantau keterisian tempat tidur di rumah-rumah sakit di wilayah mereka.

Saya minta terutama untuk urusan rumah sakit, agar kita semuanya betul-betul cek betul, kontrol lapangan, cek obatnya di rumah sakit, siap atau tidak, untuk berapa hari, untuk berapa minggu atau untuk berapa bulan, katanya. Cek juga kapasitas BOR-nya, tambahnya.

Jokowi menginstruksikan kepada daerah untuk segera mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan RS cadangan. Menurut Jokowi, masih banyak tempat tidur di RS yang bisa difungsikan untuk menangani pasien Covid-19.

Jangan sudah penuh baru menyiapkan, akan terlambat, tegasnya.

Jokowi juga masih melihat banyak RS di daerah yang mengalokasikan tempat tidur untuk pasien Covid-19 mulai dari 20 sampai 30 persen.Saya lihat beberapa daerah, rumah sakit masih memasang angka 20 atau 30 persen dari kemampuan bed yang ada, katanya.

Padahal menurut Jokowi, tempat tidur yang bisa difungsikan untuk pasien Covid-19 seharusnya bisa mencapai 50 persen dari kapasitas seperti di rumah-rumah sakit yang ada di DKI Jakarta. Bisa 40 atau seperti di DKI Jakarta sampai ke 50 yang didedikasikan kepada pasien Covid-19. Ini kepala daerah harus tahu, jadi kapasitas berapa dan harus diberikan pada pasien Covid-19 berapa, pungkasnya.

Artikel Asli